Sistem pertahanan udara rudal Buk Rusia saat melalui jalan Red Square selama latihan untuk parade militer Hari Kemenangan di Moskow. (© Photo AP / Alexander Zemlianichenko) |
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah mencapai
kemajuan yang signifikan dalam pengembangan sistem pertahanan rudal.
“Kami akan menyempurnakan kemampuan serangan rudal kami untuk memberikan
keseimbangan, hanya karena itu,” katanya.
Putin juga menekankan bahwa Moskow dipaksa untuk menanggapi
peningkatan aktivitas Barat meskipun negaranya akan dituduh melakukan
tindakan “agresif”. Menurutnya, peningkatan kekuatan Rusia merupakan hal
penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan strategis.
“Sejak tahun 2000, Rusia telah berada di posisi yang sangat sulit …
Siapa yang akan berpikir bahwa Rusia akan mampu membangun pertahanan
strategis … Tapi kami telah memperingatkan bahwa kami akan melakukannya,
kita mengatakan tentang hal itu dan kami melakukannya.
Saya yakinkan
Anda bahwa hari ini Rusia telah mencapai keberhasilan besar di jalan
ini. Kami telah berhasil melakukan modernisasi secara kompleks dan
berhasil mengembangkan generasi baru.
Saya bahkan tidak berbicara tentang sistem pertahanan rudal,” kata Putin. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato Presiden Putin di St. Petersburg International Economic Forum pada hari Jumat (17/06) kemarin.
Sistem pertahanan rudal telah menjadi masalah pelik antara Rusia dan Barat, dengan peresmian rudal perisai pertahanan NATO di Rumania pada bulan lalu, dan ditambah rencana pemasangan serupa di Polandia.
Saya bahkan tidak berbicara tentang sistem pertahanan rudal,” kata Putin. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato Presiden Putin di St. Petersburg International Economic Forum pada hari Jumat (17/06) kemarin.
Sistem pertahanan rudal telah menjadi masalah pelik antara Rusia dan Barat, dengan peresmian rudal perisai pertahanan NATO di Rumania pada bulan lalu, dan ditambah rencana pemasangan serupa di Polandia.
Putin mengatakan bahwa tidak ada yang tahu kapan Amerika Serikat akan
mendapatkan roket jarak jauh dengan jangkauan mencapai 1000 kilometer.
Sejak saat itu, Amerika Serikat akan mulai mengancam potensi nuklir
Rusia.
Sumber: Sputnik News
EmoticonEmoticon