Showing posts with label INFO ALUTSISTA. Show all posts
Showing posts with label INFO ALUTSISTA. Show all posts

Friday, August 12, 2016

Meski Memiliki Kemampuan Siluman, F-35 Bisa Dilacak dari Jejak Panasnya

Meski Memiliki Kemampuan Siluman, F-35 Bisa Dilacak dari Jejak Panasnya


Dipuji karena memiliki kemampuan siluman dan menghilang dari radar, F-35 ternyata bisa dilacak dengan perangkat penjejak infra merah.

Jejak panas yang dilepaskan oleh mesin pesawat dan perangkat kelistrikan lainnya seperti radar bisa menjadi kelemahan utama pada pesawat tempur siluman F-35.

Pesawat tempur yang dilengkapi dengan perangkat sensor Infra-Red Scan And Track (IRST) seperti yang dimiliki pesawat tempur buatan Eropa dan Rusia, dapat dengan mudah mendeteksi F-35 bahkan diluar jangkauan visual.

Sebuah video yang dirilis oleh FLIR Systems yang mengkhususkan diri dalam pembuatan sensor infra-merah menunjukkan detil yang dihasilkan jejak panas F-35 secara jelas. Sensor yang digunakan adalah FLIR Star SAFIRE 380-HD dan pelacakan jejak panas tersebut dilakukan pada berbagai kisaran jarak.

AS dan negara-negara sekutu lainnya telah menggelontorkan dana miliaran dolar untuk membeli F-35 yang memiliki kelebihan utama pada kemampuan silumannya, namun dengan kelemahan pada jejak thermalnya hal itu seperti menjadi sia-sia.


Read More

TNI Angkatan Darat Rancang Senapan Khusus Latihan Dopper Bagi Calon Prajurit Batalyon Raider

TNI Angkatan Darat Rancang Senapan Khusus Latihan Dopper Bagi Calon Prajurit Batalyon Raider


TNI mempunyai cara khusus untuk membentuk anggotanya agar menjadi prajurit yang tangguh. Seperti di TNI Angkatan Darat, sesi tembakkan dopper harus dilalui oleh setiap calon prajurit Batalyon Raider. Dalam latihan ini, peserta latihan wajib merayap di lahan berlumpur dengan satu atau lebih pelatih menembaki kiri dan kanan mereka dengan peluru tajam.

Perwira Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat, Kapten Inf Ony Mulyanto, mengatakan bahwa pihaknya berupaya menciptakan senjata khusus untuk latihan dopper. Hasilnya, sebuah senapan serbu yang mirip dengan SS 2 buatan PT Pindad, dengan laras yang tampak lebih panjang dan besar, serta memiliki berat mencapai 4,6 kilogram. Senapan yang masih dalam tahap eksperimen ini menggunakan peluru kaliber 7.62 mm dengan proyektil berlapis metal, namun berujung tumpul mirip peluru polisi.
TNI Angkatan Darat Rancang Senapan Khusus Latihan Dopper Bagi Calon Prajurit Batalyon Raider
Kapten Inf Ony Mulyanto dengan senapan khusus dopper. (timlo.net/Ari Kristyono)

“Bobotnya lebih besar, tidak masalah karena toh ini tidak akan dibawa lari-lari, penembak pasti menggunakan sandaran. Tapi ada empat karakter yang wajib dimiliki, yakni suaranya harus keras untuk mengusik moril, akurasi tembakan, endurance harus tahan digunakan berjam-jam, serta peluru dibikin tumpul supaya kalau kena lumpur muncratnya tinggi tapi aman tidak mudah memantul,” ujar Kapten Inf Ony di Pameran Teknologi di Solo, Kamis (12/8).

Kapten Inf Ony mengatakan bahwa senapan khusus dopper ini telah selesai menjalani seluruh tahap uji. Akan tetapi, dirinya mengaku tidak tahu apakah senapan ini akan diproduksi massal.


Sumber: timlo.net
Read More

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun


Korps Marinir TNI Angkatan Laut melakukan uji fungsi meriam Artileri Pertahanan Udara tipe Twin 35mm Towed AA Gun di pantai Batu Bintang, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (12/8). Uji fungsi ini dilakukan guna mengetahui kemampuan tembak meriam yang rencananya akan memperkuat persentajaan Korps Marinir menjadi lebih modern, khususnya Batalyon Artileri Pertahanan Udara-2 Marinir.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Dalam uji coba yang dipimpin oleh Komandan Resimen Artileri-2 Marinir Kolonel Marinir Aris Setiawan ini, sebanyak 4 pucuk Meriam Twin 35mm Towed AA Gun, 4 unit Power Suply Unit (PSU), 1 unit radar AF 902 FCS dan Ranrik Radar berkolaborasi menembak jatuh pesawat tanpa awak (drone) yang sengaja diterbangkan sebagai sasaran tembak.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Meriam Twin 35mm Towed AA Gun merupakan meriam generasi baru yang dirancang sesuai dengan kemajuan teknologi dan perkembangan kemampuan serangan udara dan mampu menembak rudal, peluru balistik serta pesawat tanpa awak.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Meriam produk PT. Norinco China ini berkaliber 35mm, memiliki dua laras, kecepatan menembak 1100 butir permenit, jarak tembak efektif 4000 m, ketinggian efektif penembakan 3000 m dengan kecepatan reaksi rata-rata 6,5 detik dan dikendalikan secara otomatis dari ruang radar AFF 902 FCS dengan menembak secara bersamaan atau juga bisa dikendalikan secara manual oleh tiga awak perpucuknya jika sistem otomatis tersebut mengalami kendala.


Sumber: marinir.tnial.mil.id
Read More

Cekoslowakia Group Kirim Dua Baterai Peluncur Roket RM-70 Vampir ke Indonesia Senilai Rp 537 Miliar

Cekoslowakia Group Kirim Dua Baterai Peluncur Roket RM-70 Vampir ke Indonesia Senilai Rp 537 Miliar


Pada tanggal 10 Agustus kemarin, Cekoslowakia Group yang merupakan perusahaan produsen pertahanan terbesar di Republik Ceko dan Slovakia mengumumkan bahwa mereka telah mengekspor dua baterai peluncur roket RM-70 Vampir ke Indonesia senilai lebih dari 4,1 juta dolar AS atau sekitar Rp 537 miliar.

“Kami telah mengekspor sistem peluncur roket yang diproduksi dengan kerjasama dari perusahaan Ceko dan Slovakia. Pelanggannya adalah Kementerian Pertahanan Indonesia dan pengguna akhir adalah Angkatan Bersenjata Indonesia,” ujar juru bicara Cekoslowakia Grup, Andrej Cirtek wartawan. Akan tetapi, Cirtek tidak secara resmi menyebut jumlah nilai kontrak tersebut.

Pengiriman ekspor itu mencakup delapan RM-70 Vampir multiple rocket launchers yang dipasang pada improved Tatra Defence model T815-7 8×8 armoured chassis, dua Pertahanan T815 Tatra 8×8 operator amunisi lapis baja, satu Tatra Pertahanan T815 AV-15 kendaraan recovery berat, dan satu fire control unit.


Sumber: IHS Janes
Read More

Inggris Akan Buat Drone Capung dengan Menghabiskan Biaya Satu Miliar Dolar

Inggris Akan Buat Drone Capung dengan Menghabiskan Biaya Satu Miliar Dolar


MOSKOW – Kerajaan Inggris berencana untuk menghabiskan lebih dari 800 juta poundsterling (hampir 1 miliar dolar) pada pengembangan teknologi militer canggih, termasuk “drone capung” dan senjata laser, media lokal melaporkan pada hari Jumat (12/08/2016).

Menurut The Telegraph, Sekretaris Pertahanan Inggris Michael Fallon membuat pengumuman suatu hari sebuat unit akan mendukung teknologi mutakhir dan memotivasi perusahaan, maupun individu untuk mengemukakan ide-ide baru kepada panel ahli. Proyek terbaik akan di danai oleh pemerintah dengan lebih dari 800 juta poundsterling selama 10 tahun.

Di antara proyek yang akan didanai oleh unit tersebut adalah drone capung, yang dirancang oleh perusahaan Animal Dynamics di Oxford. Beratnya kurang dari dua koin poundsterling dan mampu mengepakkan sayap kecil, outlet media menambahkan. 

Memiliki panjang kurang dari lima inci, ia mampu terbang dengan kecepatan hingga 45 mph (72 kilometer per jam). Drone tersebut akan memiliki kamera dan mikrofon, yang akan memungkinkan untuk mengumpulkan data intelijen. Drone capung diharapkan akan memiliki “dampak besar” pada operasi perkotaan.


Sumber: Sputniknews
Read More

Rusia Upgrade Sistem Pelacak Otomatis Okhotnik Pada Pesawat Perang Siluman T-50 PAKFA

Rusia Upgrade Sistem Pelacak Otomatis Okhotnik Pada Pesawat Perang Siluman T-50 PAKFA


Produsen perangkat elektronik militer Kret meng upgrade sistem Okhotnik (Hunter) yang akan dilengkapkan ke pesawat tempur tercanggih Rusia, T-50 Pakfa. Upgrade baru akan meningkatkan jangkauan deteksi target PAK FA hingga 50-100% dalam kondisi pandangan visual terbatas.

Sistem Okhotnik memberikan stabilisasi gambar digital, kemampuan deteksi dan pelacakan otomatis. Sistem ini meliputi sensor TV dan sensor pencitraan thermal, display, remote kontrol dan perangkat targeting laser.

Kret, anak perusahaan dari perusahaan milik negara Rostec, juga menawarkan lebih dari selusin versi yang berbeda dari Okhotnik untuk pesawat tempur Sukhoi , helikopter serang, sistem persenjataan Angkatan Laut, sistem senjata anti-tank dan unit pertahanan udara.

Pesawat tempur siluman Sukhoi PAK FA adalah pesawat tempur siluman berkursi tunggal, bermesin ganda yang dirancang oleh Biro Desain Sukhoi dan diproduksi oleh Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO).

Rusia saat ini sudah membangun sebanyak enam prototype T-50 . Diharapkan T-50 PAKFA sudah bisa memperkuat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia pada tahun 2018. T-50 nantinya akan menggantikan pesawat tempur lawas MiG-29 dan Sukhoi Su-27 Rusia.

Menurut Analis Pertahanan National dari Interest – Robert Farley, PAKFA memiliki kemampuan yang sangat mirip dengan F-22 Raptor, meski masihmemiliki kekurangan pada kemampuan siluman dan network capabilitie, tapi PAKFA masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan.


Sumber : Sputnik
Read More

Juku, Kapal Selam Nirawak Indonesia Karya Anak Bangsa

Juku, Kapal Selam Nirawak Indonesia Karya Anak Bangsa


Surakarta – Salah satu yang menjadi unggulan dalam perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-21 di Stadion Manahan Surakarta, (10/8/2016), adalah kapal selam nirawak hasil kerja sama antara PT Hidrolab Naval Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Acara yang yang dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir serta Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko ini, menampilkan hasil riset serta inovasi karya peneliti Indonesia dari berbagai instansi.

Ada tiga jenis kapal selam nirawak yang dihasilkan dari kerja sama tersebut, namun yang dipamerkan hanya kapal nirawak bernama Yellow Juku. Petugas Sistem Kontrol Juku PT Hidrolab Naval Indonesia Priyo Sasoko mengatakan, nama ‘Juku’ diambil dari bahasa Makassar yang berarti ikan. Dinamakan seperti itu karena alat ini dirancang untuk memperoleh data-data yang ada di dalam laut.

“Sea glider ini dirancang untuk memperoleh data-data apa pun yang ada di dalam laut, bisa data tentang populasi ikan di suatu perairan untuk mengetahui jika ada illegal fishing, dan lain-lain,” ujar Priyo.
Kapal selam ini bisa menyelam hingga kedalaman maksimal satu kilometer di bawah laut.

“Prinsipnya, Yellow Juku ini mengambil air, sehingga bisa menyelam. Yellow Juku mengeluarkan kembali air tersebut, sehingga bisa kembali ke permukaan. Selama berjalan, Yellow Juku, selalu memasukkan dan mengeluarkan air, sehingga pergerakannya seperti glider (peluncur) yang turun naik ke permukaan laut,” ujar Priyo.

Yellow Juku dilengkapi dengan baterai yang mampu bertahan hingga satu tahun di bawah permukaan laut. Kapal ini dilengkapi artificial inteligent atau kecerdasan buatan yang membuat Yellow Juku mampu bermanuver ke laut lepas untuk melakukan pengawasan di permukaan laut.

Kapal selam ini juga dilengkapi dengan berbagai sensor yang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika penggunanya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sensor yang dihadirkan untuk membaca kandungan plankton. 

“Kalau banyak plankton, artinya laut tersebut banyak ikannya,” ujar Priyo. Yellow Juku juga dibekali sensor kecerdasan buatan untuk mengenali suhu, kadar garam, dan parameter lainnya yang ada di dalam lautan, yang selama ini belum bisa dijangkau. 

“Jika Juku memiliki informasi atau data tentang kondisi laut di suatu lokasi, Juku bisa mengirimkannya ke satelit dan mengirim data itu kepada pengontrol,” ujar Priyo. Pproses pengiriman data ke satelit hanya bisa dilakukan, jika Juku sedang muncul ke permukaan, bukan saat di bawah permukaan laut.

Sayangnya, hingga kini belum ada pihak swasta maupun institusi negara yang menggunakan Juku untuk mempermudah pekerjaannya. Padahal, institusi seperti KKP bisa memanfaatkan Juku untuk mengetahui potensi perikanan di suatu wilayah laut.

Dengan mengetahui data potensi perikanan, nelayan pun dapat terbantu dalam mengumpulkan ikan. Selain itu, KKP juga akan mempunyai data demografis nelayan, sehingga, Juku akan memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

Untuk Kementerian Pertahanan, Juku mampu mendeteksi kondisi bawah laut Indonesia. Juku akan diluncurkan akhir tahun 2016. Bahkan, perusahaan berencana mengujicoba 10 unit Juku di perairan Indonesia.


Sumber : Liputan6.com
Read More

Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed

Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed


Pussenarmed sedang menjajaki kendaraan pendukung bagi Batalyon Caesar yang merupakan howitzer 155m swagerak buatan Nexter Prancis. Untuk itu pada 8 Agustus 2016, dilaksanakan presentasi Alutsista dari PT. Pindad tentang Kendaran Pendukung untuk Batalyon Caesar di Mapussenarmed yang dihadiri Danpussenarmed Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Yudi Satriyono, S.H
Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed
Pindad paparkan kendaraan pendukung Batalyon Caesar ke satuan Armed TNI AD (pussenarmed)

Acara presentasi Pindad ini juga dihadiri Wadanpussenarmed Kodilat TNI AD, Paban IV/Bindok Sopsad beserta staf, Danpusdikarmed Pussenarmed, Sekretaris Pussenarmed, Para Pamen Ahli Pussenarmed, Para Dirbin Pussenarmed, Kadepsista Pusdikarmed, Kabaglat Sdirbindiklat Pussenarmed, Kabag Binsat Sdirbinsen Pussenarmed dan Perwakilan dari PT. Pindad.
Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed
Komodo

Dalam ujicoba meriam Caesar 155 mm beberapa waktu lalu, sejumlah kendaraan taktis Komodo produksi PT Pindad, ikut dalam event ujicoba itu. Rantis Komodo Pindad bisa dipakai untuk angkut pasukan, kendaraan tempur infanteri (IFV), pertahanan udara jarak pendek dan kargo. Untuk urusan komunikasi rantis Komodo, ditangtani oleh PT LEN Indonesia.
Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed
Panser Anoa

PT Pindad juga memiliki panser Anoa dengan berbagai varian yang bisa ditawarkan untuk pendukung batalyon Caesar Armed.


Read More

Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia

Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia


Bagi pemerhati alutsista, nama Iver Huitfeldt Class dari Denmark mungkin sudah tak asing didengar, inilah peringkat keempat frigat paling mematikan versi defencyclopedia yang ditawarkan untuk TNI AL. Selain kapabilitas tempurnya yang tinggi, frigat dengan desain modular ini bakal menjadikan TNI AL sebagai pengguna kapal perang tercanggih di kawasan Asia Tenggara. 

Dan menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, frigat berbobot 6.649 ton ini ditawarkan dengan fleksibilitas dan kustomisasi, bahkan Denmark menawarkan pembangunan kapal light destroyer ini di Indonesia. Dalam pertemuan penulis bersama Casper Klynge, Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, disebutkan bahwa Denmark sangat serius untuk menawarkan frigat ini ke Indonesia. 

“Kami menawarkan frigat Iver Huitfeldt Class dalam fleksibilitas terkait perlengkapan senjata dan sensor yang dibutuhkan Indonesia. Kami juga menawarkan untuk pembangunan kapal perang ini di fasilitas galangan Indonesia, dan ini akan menjadi peluang positif bagi industri di dalam negeri, dan tentunya skema ToT (Transfer of Technology),” ujar Casper Klynge kepada Indomiliter.com.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Indomiliter bersama Duta Besar Denmark, Casper Klynge (kedua dari kiri).

Seperti dipaparkan dalam tulisan sebelumnya, frigat Iver Huitfeldt Class ditawarkan untuk menggantikan posisi frigat Van Speijk Class yang secara bertahap akan dipensiunkan mulai tahun 2017. Terkait dengan tawaran tersebut, bahkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah sempat melihat langsung sosok Iver Huitfeldt Class di Denmark pada bulan Maret silam. 

Meski nama Denmark masih terbilang pemain baru dalam jagad alutsista TNI, namun Denmark telah berhasil memasok perangkat radar Weibel untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) dan radar Terma SCANTER di frigat Fatahillah Class.

Lebih teknis pada solusi yang ditawarkan, Odense Maritime Technology selaku principal Iver Huitfeldt Class memberikan beberapa opsi bila nantinya frigat ini diakuisisi oleh TNI AL. Yang pertama adalah solusi ‘plug and play,’ dimana persenjataan dan sensor dibangun melalu modul-modul. Tentunya muatan disini dapat disesuaikan dengan keperluan misi.

Masa pakai yang berbeda dari komponen-komponen dapat diatasi secara individual sistem per sistem. Pola ini dipercaya dapat menghilangkan periode “off hire” yang panjang, dan secara praktis mampu meningkatkan usia pemakaian kapal. Dalam hal perawatan, muatan dan platform dapat dirawat secara independen, ini bisa memperdendek periode proses perawatan dan memperpanjang jam operasional.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Iver Huitfeldt Class

Opsi kedua terkait ToT, Odense Maritime Technology selaku perancang menawarkan kerjasama yang erat dengan pihak galangan kapal dan TNI AL sebagai user. Dimana semua pihak bekerja dengan mengacu pada database yang sama, sehingga memaksimalkan proses ToT dari mulai tahap perancangan hingga tahap perakitan kapal di Indonesia.

Kemudian yang terakhir adalah muatan konten lokal, dimana sebagian pembangunan dan perakitan dapat dilakukan oleh galangan kapal Indonesia. Odense Maritime Technology menawarkan keterlibatan perancang kapal lokal dalam tahap rancangan dan rekayasa, serta principal akan membantu galangan kapal lokal selama fase konstruksi di Indonesia.

Secara umum, Iver Huitfeldt Class memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Frigat ini disokong empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 yang masing-masing berkekuatan 8,2 MW, sehinga dapat melaju hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots atau 33 km per jam.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Iver Huitfeldt Class

Untuk mendukung misi udara, frigat ini juga dilengkapi dengan dek dan hanggar helikopter ukuran medium, seperti helikopter AW101 atau helikopter dengan berat 20 ton. Sebagai perbandingan dek dan hanggar pada Martadinata Class dirancang untuk helikopter berbobot maksimum 10 ton. Dibangun dengan standar tertinggi NATO, Iver Huitfeldt Class telah dioperasikan Denmark dalam misi anti bajak laut di Teluk Aden dan Samudera Hindia.


 Sumber : Indomiliter.com
Read More

KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan

KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan


KRI Sultan Hasanuddin-366 merupakan Korvet Class Sigma yang dibuat oleh Galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. KRI ini mulai bergabung dengan TNI Angkatan Laut sejak tahun 2007 dan memiliki kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan
KRI Sultan Hasanuddin-366 jalani pemeliharaan. (defence.pk/pr1v4t33r)

Sumber: defence.pk
Read More

Wednesday, August 10, 2016

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video


Russian Top Gear


USMC Test Machine Gun Robots


Dutch Navy – 18 rockets into the sky from frigate Zr. Ms. De Ruyter


Boomerang BTR 8X8 Infantry Fighting Vehicle Simulation 


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Helikopter Serang Ka-52 Katran Milik Angkatan Laut Rusia Akan Dilengkapi Dengan Radar AESA

Helikopter Serang Ka-52 Katran Milik Angkatan Laut Rusia Akan Dilengkapi Dengan Radar AESA


Helikopter serang Angkatan Laut Rusia Kamov Ka-52 Katran akan dilengkapi dengan radar active electronically scanned array (AESA) buatan Kret. Radar AESA helikopter Ka-52K mampu mendeteksi sasaran permukaan seperti kapal perang besar yang berjarak hingga 180 km. 

Radar juga mampu mendeteksi target udara yang terbang rendah seperti rudal jelajah dan drone. Keselamatan penerbangan helikopter juga semakin meningkat dengan indicator ground moving target and tracking mode, yang sangat membantu pilot saat menghadapi kondisi pandangan terbatas akibat kabut, debu dan malam hari.

Radar juga mampu mendeteksi rintangan saat helikopter terbang rendah seperti menara transmisi dan tiang listrik.

Helikopter Ka-52K dirancang untuk menenggelamkan kapal amfibi musuh dan armada pendarat musuh dengan persenjataannya seperti rudal jelajah supersonik Kh-31AD. Kapal induk Project 11.435 Admiral Kuznetsov juga akan dilengkapi dengan helikopter Ka-52K Katran.


Read More

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia


Pada kompetisi Internasional Aviadarts 2016, yang terdiri dari dua puluh tiga kategori International Army Games 2016, dan berlangsung di Moskow dari tanggal l – 12 Agustus 2016. Angkatan Udara Cina memenangkan juara kedua di kategori bomber.

Bersama pesawat tempur dan pembom canggih terkenal dari Rusia seperti Su-35, Su-34 dan Su-27. Pembom tempur JH-7 ‘Flying Leopard’ Angkatan Udara China bersaing dikategori ketepatan pemboman ke sasaran simulasi di darat.

Semua tim pesawat tempur dan pembom diharuskan untuk melakukan serangan pemboman terhadap target darat pada waktu dan wilayah udara tertentu, nilai ranking ditentukan dari ketepatan akurasi serangan.

Pembom-tempur JH-7 China melepaskan empat roket udara-ke-darat dan satu bom seberat 250 kg pada sasaran yang sudah ditentukan. Kemudian JH-7 memasuki wilayah udara lain yang sudah ditetapkan dan menembakkankan lagi empat roket ke sasaran simulasi. 

Bom yang dijatuhkan oleh JH-7 akurat mengenai sasaran. Tim Cina adalah satu-satunya tim yang menggunakan roket untuk menyerang semua target simulasi di antara semua tim yang turut berpartisipasi.

Angkatan Udara PLA China meraih skor penuh pada tahap kedua dari kompetisi “Aviadarts 2016” dan dari total skor keseluruhan Cina akhirnya menduduki peringkat kedua kategori tim Bomber tahun ini, sedangkat peringkat pertama dipegang oleh pembom tempur Su-34.


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35


Pesawat tempur Rusia seperti Su-27, Su-30SM dan Su-35 memiliki jangkauan tempur lebih dari 3000 km, dengan tambahan tanki bahan bakar ekstrenal jangkauan tersebut bisa meningkat lebih jauh lagi, dengan durasi penerbangan bisa 8 sampai 10 jam.

Bayangkan kenyamanan pilot dengan penerbangan selama itu tanpa dilengkapi perangkat untuk buang air kecil. Pada masa lalu para pilot pesawat tempur Rusia menggunakan perangkat penadah urine yang disebut ” “piddle packs”, perangkat tersebut mengharuskan pilot untuk membuka pakaian dan mengatur dahulu kursi ejeksi yang bisa mengalihkan perhatian pilot saat menangani pesawat tempurnya.

Sebuah prosedur rumit yang bisa sangat berbahaya jika sabuk dan tali peralatan tersebut tersangkut pada tongkat kendali pesawat, seperti yang pernah terjadi setidaknya dua kali di masa lalu yang menyebabkan jatuhnya dua pesawat tempur.

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Generasi terbaru ” “piddle packs” berbentuk pakaian pilot yang sudah dilengkapi mangkuk karet dan selang untuk buang air kecil sehingga pilot tidak perlu membuka seragamnya . Sebuah sistem yang sangat berguna karena perangkat tersebut juga dirancang untuk menghindarkan pilot bersentuhan dangan cairan, yang sangat penting bagi pilot yang terbang diketinggian ekstrim dengan cuaca dingin.
Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35
Piddle pack pilot pesawat tempur Su-30 Angkatan Udara Vietnam

Dari informasi yang beredar, para pilot pesawat tempur Inggris dulunya juga menggunakan perangkat yang hampir serupa, namun dengan kantung khusus yang akan merubah cairan air seni menjadi sejenis gel yang tidak berbau, sementara para pilot USA menggunakan sejenis pampers khusus.

Read More

Rudal Iskander Layak diakusisi Indonesia, karena Bisa Menjadi Rudal Gerilya di Hutan

Rudal Iskander Layak diakusisi Indonesia, karena Bisa Menjadi Rudal Gerilya di Hutan


Peluncur rudal balistik jarak dekat Iskander (NATO menamakannya SS-26 Stone) sebenarnya sangat layak diakusisi Indonesia. Peluncur rudal mobile ini disamping dapat digunakan sebagai rudal pertahanan pantai, rudal pertahanan pangkalan juga dapat berperan sebagai rudal gerilya di hutan. Seperti yang ditampilkan di foto.

Lebatnya hutan dapat menyembunyikan posisi peluncur Iskander, apalagi dengan kemampuannya yang mobile, yang bisa berpindah-pindah posisi dengan cepat.

Rudal Iskander Layak diakusisi Indonesia, karena Bisa Menjadi Rudal Gerilya di Hutan

Indonesia bisa membeli varian ekspor Iskander E yang memiliki jangkauan 280 km. Rudal dapat ditembakkan dilebatnya pepohonan untuk menghantam sasaran-sasaran musuh yang statis maupun bergerak.

Dengan hulu ledak beragam seperti hulu ledak cluster atau hulu ledak pembakar untuk menghantam konsentrasi personel musuh, hulu ledak high explosive, hulu ledak bunker buster atau electro-magnetic pulse untuk menghancurkan basis pertahanan kuat musuh.

Rudal Iskander dirancang untuk mampu menembus sistem pertahanan rudal musuh, dengan kecepatan supersonic (2 mach), Iskander mampu menghantam target dengan kesalahan akurasi 2 m (varian ekspor 30-70 m). Dalam beberapa kasus rudal Iskander juga dapat digunakan sebagai alternatif sebagai bom presisi.

Rudal Iskander dapat semakin memperkuat militer Indonesia setelah sebelumnya sudah memiliki MRLS Astros II.


Read More

Wednesday, August 3, 2016

Tidak Butuh Su-35, Kemampuan Su-30MKM Milik Malaysia Sudah Cukup Mengimbanginya

Tidak Butuh Su-35, Kemampuan Su-30MKM Milik Malaysia Sudah Cukup Mengimbanginya


Selama ini tanpa banyak diketahui, teknologi dan kemampuan pesawat tempur Su-30MKM Angkatan Udara Malaysia sudah setara dengan pesawat tempur Su-35. Hal ini dibuktikan dengan dipilihnya SU-30MKM Malaysia oleh AS untuk melakukan latihan perang udara dengan pesawat tempur siluman andalannya, F-22 Raptor.

Lalu teknologi dan kemampuan apa saja yang membuatnya tidak hanya lebih canggih dari Su-30 negara lain, tapi juga mampu mengimbangi pesawat tempur superioritas udara terbaru besutan Rusia, Su-35.

Mesin dan Kemampuan Manuver 

Dilengkapi dengan mesin jet turbin AL-31FP dengan daya dorong vectoring, dimana knalpot mesin memiliki fleksibilitas untuk bergerak naik dan turun 15 derajat, dikombinasikan dengan sayap canard, menjadikan Su-30MKM memiliki keunggulan manuver yang luar biasa dalam pertempuran udara jarak dekat.

Radar

Su-30MKM dilengkapi dengan radar N011M NIIP BAR (AWACS versi mini) yang mampu mendeteksi target udara, laut dan udara secara bersamaan. Target udara besar seperti pesawat pembom mampu dideteksi pada jarak 350 km, target kecil seperti jet F-5 misalnya dapat dideteksi pada jarak 135 km, sementara pesawat tempur F-16 dapat dideteksi pada jarak 140-160 km. 

Su-30MKM juga dilengkapi sensor radar menghadap ke belakang yang terpasang di tailcone. Su-30MKM mampu mengunci 20 target dan meluncurkan serangan terhadap 8 sasaran yang paling mengancam.

Persenjataan

Pada sistem persenjataan, Su-30MKM juga memiliki persenjataan yang sama, kecuali pada kemungkinan dipersenjatainya Su-35 dengan rudal Brahmos. Sama-sama persenjatai dengan meriam GSH-301 30mm dengan 150 butir amunisi. 

Su-30MKM juga memiliki 12 cantelan untuk muatan persenjataan hingga 8 ton, yang bisa terdiri dari enam rudal udara-ke-udara jarak medium seperti R-27RE (AA-10C Alamo-C), R27TE (AA-10D Alamo-D) atau Vympel RVV -ae (AA-12 Adder). Atau rudal alternatif lain seperti dua rudal jarak medium AA-10D Alamo dan rudal inframerah jarak dekat Vympel R-73E (AA-11 Archer).

Su-30MKM juga dilengkapi dengan sistem kontrol senjata digital modern serta fitur anti-jamming. Su-30MKM juga dilengkapi dengan pod penargetan Thales Damocles, sistem pengintai laser dan sistem helm pembidik sasaran, yang memungkinkan pilot untuk mengunci sasaran dan meluncurkan rudal-rudal yang menakutkan. 

Kedua pesawat tempur juga mampu menggotong rudal jelajah anti pesawat Novator KS-172 AAM-L yang memiliki jangkauan hingga 300-400 km. SU-30MKM juga dapat menembakkan rudal udara-ke-permukaan seperti Kh-29 (AS-14 Kedge), Zvezda Kh-31A (AS-17 Krypton) atau Raduga Kh-59M (AS-18 Kazoo). 

Kedua pesawat tempur juga sudah dilengkapi kemampuan peperangan dan jamming elektronik. Royal Air Force Malaysia saat ini diperkuat dengan 18 Su-30MKM, dengan segala kelebihannya yang menyerupai Su-35, rasanya Malaysia tidak membutuhkan lagi Su-35 dan lebih membutuhkan pesawat tempur varian lain, seperti Rafale atau Typhoon.


Read More

Tuesday, August 2, 2016

Sistem Baru UKR-RT SU-34 Aksesoris Pengintaian Radio Cangggih

Sistem Baru UKR-RT SU-34 Aksesoris Pengintaian Radio Cangggih
Bomber Rusia SU-34 mendapatkan Aksesoris Pengintai Baru

Jajaran bomber garis depan Rusia, Sukhoi Su-34 Fullback akan segera dilengkapi aksesoris pengawasan radio canggih yang memungkinkan kru untuk menemukan dan menghancurkan markas musuh, peralatan komunikasi dan pusat kendali drone, tulis harian Izvestiya, mengutip dari sumber di Kementerian Pertahanan, Moskow.

Sistem baru yang dijuluki UKR-RT tersebut ditempatkan dalam sebuah wadah yang melekat dibawah Su-34 Fullback. “Saat ini sistem UKR-RT sedang menjalani uji coba lapangan dan akan segera diberikan ke Angkatan Udara,” jelas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sistem UKR-RT ini dirancang untuk mencari dan “membaca” tanda tangan teknis sistem komunikasi, instalasi radar dan stasiun kontrol UAV di darat.

Ahli militer independen Anton Lavrov mengatakan bahwa sistem baru tersebut akan mengubah bomber garis depan menjadi mesin multirole mampu melawan dan mengintai semua pada waktu yang sama. “Dengan wadah khusus yang dipasang pada kapal, maka SU-34 akan menghemat uang kita yang seharusnya dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah pesawat AWACS jenis baru.

Selama situasi damai aksesoris dapat melakukan pengintaian tanpa menggunakan pesawat mata-mata khusus, sementara dimasa perang bisa memperkecil kerentanan dibandingkan pesawat pengintai yang dikonversi dari transportasi umum dan penumpang pesawat”, kata Lavrov.

Menurut ahli pertahanan independen yang lain, Dmitry Boltenkov, Sistem UKR-RT dengan inti sistem radio pengintaian M-410.

“M-410 adalah versi ramping dari sistem yang lebih canggih yaitu Fraktsiya yang dibawa oleh pesawat pengintai TU-214R terbaru Rusia”, kata Boltenkov. Banyak ahli militer asing menganggap TU-214R sebagai platform pengumpul informasi yang unik yang mampu melihat target hingga ratusan kilometer jauhnya.

Beberapa pesawat tersebut melakukan serangkaian misi pengintaian akhir tahun 2012 dekat wilayah udara Jepang dan beberapa kali bertamu ke Suriah.
Sistem Baru UKR-RT SU-34 Aksesoris Pengintaian Radio Cangggih
Tupolev TU-214R AWACS Angkatan Udara Rusia sedang dalam penerbangan

Menurut sebuah artikel yang berjudul “Rusia Telah Mengerahkan Pesawat Mata-mata ke Suriah”, yang baru-baru ini muncul di otoritatif jurnal Internet Aviationist, sistem Fraktsiya memungkinkan TU-214R tidak hanya mencegat radar, komunikasi elektronik dan bahkan pemijat ponsel, tapi juga menggunakan informasi yang diperoleh untuk membuat “gambar elektronik dari medan perang” secara real time.


Sumber: Sputniknews
Read More

Geo One Point One, Pesawat Intai Nirawak Otomatis Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UB Malang

Geo One Point One, Pesawat Intai Nirawak Otomatis Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UB Malang
Drone Intai mirip pesawat siluman Amerika ini dilengkapi teknologi canggih dalam pemetaan wilayah.

Mahasiswa dan dosen fakultas ilmu computer universitas Brawijaya malang, Jawa Timur menciptakan pesawat tanpa awak mirip pesawat siluman milik AS, yang mampu melakukan pemetaan wilayah melalui foto dan video (02/08)
Geo One Point One, Pesawat Intai Nirawak Otomatis Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UB Malang
Geo One Point One merupakan pesawat nirawak otomatis pertama di Indonesia.

Pesawat intai bernama Garuda Earth Observation Geo One Point One ini merupakan hasil rancangan Fatwa Ramdani, seorang dosen sekaligus Kepala Pusat Kajian Geoinformatika beserta 11 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang.

Geo One Point One merupakan pesawat nirawak otomatis pertama di Indonesia, yang dirancang khusus untuk melakukan pemetaan dan akuisisi data dengan memanfaatkan teknologi foto/video udara beresolusi tinggi.

Mereka mengklaim hasil pemetaan dan akuisisi data yang dihasilkan Drone intai Garuda Earth Observation memiliki tingkat akurasi tinggi hingga 1 cm. Data yang diperoleh Geo 1,1 dari proses pemetaan udara, menghasilkan gambar berupa video beresolusi tinggi.

Dari hasil uji coba, pesawat intai yang memiliki panjang 50 cm dan lebar rentang sayap 1 meter ini, mampu terbang dalam radius 20 km dengan ketinggian 1 km diatas permukaan tanah. Bahkan drone pengintai ini mampu menembus cuaca buruk sekalipun.
Geo One Point One, Pesawat Intai Nirawak Otomatis Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UB Malang
fatwa ramdani tengah memperakan po;la terbang dan pemetaan udara pesawat intai GEO.

Sebenarnya, teknologi pemetaan serupa sudah banyak diaplikasikan sejumlah Negara, dengan memanfaatkan satelit luar angkasa. Namun teknologi tersebut kerapkali terkendala dengan iklim dan cuaca ekstrem seperti awan dan hujan.

Salah satu perusahaan eropa pernah menciptakan teknologi serupa, bernilai milyaran rupiah per unitnya. Namun ditangan trampil anak bangsa, teknologi dengan kualitas gambar yang sama, dapat disempurnakan dan hanya membutuhkan dana sektar 250 juta rupiah.

Dalam waktu dekat, fatwa ramdani dan timnya akan mengembangkan piranti GEO generasi kedua yang mampu melakukan pemetaan di bawah air dangkal ataudi kedalaman laut perairan Indonesia. 


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Thursday, July 28, 2016

BPPT Lakukan Pengujian Desain Kapal Selam Mini RI Rampung 2019

BPPT Lakukan Pengujian Desain Kapal Selam Mini RI Rampung 2019


Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan outlook teknologi di bidang kemaritiman Indonesia. Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Erzi Agson Gani mengatakan outlook ini untuk menjelaskan cara BPPT mendukung industri perkapalan.

“Kita fokus kepada industri perkapalan, selain juga pelabuhan dan perikanan,” ujar Erzi, 27 Juli 2016.

Sementara Kepala Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT, Taufiq Arif Setyanto, menjelaskan, teknologi hidromatika merupakan salah satu unit pendukung kemaritiman. “Kami bergerak di bidang pelayanan jasa teknologi melalui program pengkajian perkapalan,” ujar Taufiq Arif Setyanto.

Balai Teknologi Hidrodinamika yang terletak di Surabaya merupakan balai yang terbesar di Asia Tenggara. Saat ini, Balai Hidrodinamika telah menguji berbagai jenis kapal, mendesain kapal niaga dan kapal ikan.

Untuk kapal ikan, BPPT bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kemenristekdikti untuk pengadaannya.

Kemudian dengan Kemenkopolhukam, BPPT melakukan pengujian desain pesanan kapal selam 22 meter, yang direncanakan rampung pada 2019.


Sumber : VIVA.co.id
Read More

Rusia Kerjakan Proyek Leader-Class 23560, Kapal Perusak Paling Canggih Bertenaga Nuklir

Rusia Kerjakan Proyek Leader-Class 23560, Kapal Perusak Paling Canggih Bertenaga Nuklir
??Lider-Class Destroyer bertenaga nuklir Rusia

Sejak 2010, Biro Desain Severnoye Rusia telah mulai mengerjakan Proyek 23560 Perusak Lider-Class yang akan menggabungkan fitur dari kapal perusak, kapal perang melawan kapal selam besar dan rudal jelajah berpemandu.

Kapal kemungkinan besar akan menggunakan tenaga nuklir. Kapal ini akan mampu menghabiskan hingga 90 hari tanpa pengisian bahan bakar tambahan atau dukungan. “Saat ini desain awal proyek 23560 Lider-Class sedang dipertimbangkan oleh Kementrian Pertahanan Rusia”, ujar Igor Ponomarev, wakil presiden United Shipbuilding Corporation (USC), RIA Novosti mewartakan akhir pekan ini. 

Setelah proyek ini diberi lampu hijau, “kami akan mengembangkan desain teknis kapal dan mempersiapkan dokumen untuk membangun kapal dalam rentang waktu yang ditetapkan oleh kementrian”. Kapal Perusak Lider-Class memiliki panjang 200 meter dan lebar 20 meter, menggantikan 17.500 ton serta mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan maksimum 32 knot.

Kapal perang serbaguna ini akan memiliki anti-pesawat, anti rudal balistik, anti permukaan serta kemampuan anti kapal selam. Hal ini dimaksudkan untuk menggantikan kapal Sovremennyy-Class, kapal perang utama anti permukaan

Angkatan Laut Rusia, serta kapal jelajah Slava-Class dan Udaloy I Class sebagai perusak anti kapal selam. Lider-Class ini diharapkan akan dilengkapi rudal jelajah Kalibr-NK. Rudal jelajah supersonik P-800 Oniks dengan jangkauan lebih dari 300 kilometer juga akan disematkan. Sebagai kombinasi juga bisa ditambahkan rudal hipersonik Zirkon.

Rusia Kerjakan Proyek Leader-Class 23560, Kapal Perusak Paling Canggih Bertenaga Nuklir

Generasi kapal perang ini pastinya juga bakal menerima sistem pertahanan udara paling canggih Rusia yang dikenal dengan S-500 Prometey atau 55R6M Triumfator-M. Dilengkapi dengan dua buah helipad, kapal perang ini bisa mengangkut dua helikopter Kamov Ka-27 atau Kamov Ka-32.

Sistem peluncuran vertikal (VLS – Vertical Launch Systems) dari sistem Poliment-Redut akan menangani ancaman udara jarak pendek, dimana VLS akan dikendalikan secara aktif oleh sistem radar elektronik Poliment (AESA). Lider-Class mampu membawa dua modul dari versi naval sistem senjata Pantsir-M SAM.

Akhirnya Perusak Leader-Class juga akan mendapatkan senjata serbaguna A-192 kaliber 130-mm. Secara keseluruhan, arsenal senjata perusak Leader-Class akan mampu membawa total 200 rudal”, Izvestia melaporkan.

Pemotongan metal untuk kapal perang baru tersebut direncanakan akan dilakukan awal 2018, menurut United Shipbuilding Corporation (USC). Satu dari delapan kapal yang direncanakan akan dibangun. Menurut Igor Kasatonov, pengembangan sebuah kapal perusak mengisyaratkan kepentingan geopolitik tertentu para pemimpin Rusia, Izvestia melaporkan.


Sumber : Sputniknews.com
Read More

HOT NEWS

Perang Urat Syaraf Ahok, Risma Mulai Bergemuruh