Showing posts with label MILITER DUNIA. Show all posts
Showing posts with label MILITER DUNIA. Show all posts

Friday, August 12, 2016

Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI

Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI


Pertempuran terjadi antara Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dengan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina, hari Selasa (9/8) lalu. Dalam kejadian itu, empat orang anggota kelompok Abu Sayyaf tewas.

Korban tewas itu adalah sub-pemimpin Abu Sayyaf, Jennor Lahab alias Jim Naga, beserta anaknya dan dua orang lain yang namanya belum diketahui.

Dalam pertempuran itu, MNLF menyita sejumlah senjata api termasuk dua senapan jenis M14, satu senapan M16 dan satu senapan jenis M4.
Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI
Nur Misuari mengunjungi kamp MNLF di Indanan, Sulu. (Agence France-Presse)

Juru bicara Angkatan Bersenjata Komando Mindanao Barat Filipina, Mayor Felimon Tan, mengatakan bahwa MNLF berupaya untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Namun, Tan menegaskan bahwa aksi MNLF itu tidak disetujui oleh Angkatan Bersenjata Filipina. “Laporan intelijen menyebut ada upaya dari MNLF untuk membantu menghancurkan bandit Abu Sayyaf karena mereka memicu kekacauan di masyarakat. Siapa saja bisa membantu menegakkan keadilan bagi mereka yang menjadi korban,” ujar Tan.


Saat ini, pemimpin MNLF, Nur Misuari, berstatus sebagai buron atas tuduhan melakukan pengepungan di Kota Zamboanga pada tahun 2013. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan bertemu dengan Nur Misuari pada hari Jumat (12/8) ini.


Sumber: kompas.com, sindonews.com, dan detik.com
Read More

Wednesday, August 10, 2016

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video


Russian Top Gear


USMC Test Machine Gun Robots


Dutch Navy – 18 rockets into the sky from frigate Zr. Ms. De Ruyter


Boomerang BTR 8X8 Infantry Fighting Vehicle Simulation 


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia


Pada kompetisi Internasional Aviadarts 2016, yang terdiri dari dua puluh tiga kategori International Army Games 2016, dan berlangsung di Moskow dari tanggal l – 12 Agustus 2016. Angkatan Udara Cina memenangkan juara kedua di kategori bomber.

Bersama pesawat tempur dan pembom canggih terkenal dari Rusia seperti Su-35, Su-34 dan Su-27. Pembom tempur JH-7 ‘Flying Leopard’ Angkatan Udara China bersaing dikategori ketepatan pemboman ke sasaran simulasi di darat.

Semua tim pesawat tempur dan pembom diharuskan untuk melakukan serangan pemboman terhadap target darat pada waktu dan wilayah udara tertentu, nilai ranking ditentukan dari ketepatan akurasi serangan.

Pembom-tempur JH-7 China melepaskan empat roket udara-ke-darat dan satu bom seberat 250 kg pada sasaran yang sudah ditentukan. Kemudian JH-7 memasuki wilayah udara lain yang sudah ditetapkan dan menembakkankan lagi empat roket ke sasaran simulasi. 

Bom yang dijatuhkan oleh JH-7 akurat mengenai sasaran. Tim Cina adalah satu-satunya tim yang menggunakan roket untuk menyerang semua target simulasi di antara semua tim yang turut berpartisipasi.

Angkatan Udara PLA China meraih skor penuh pada tahap kedua dari kompetisi “Aviadarts 2016” dan dari total skor keseluruhan Cina akhirnya menduduki peringkat kedua kategori tim Bomber tahun ini, sedangkat peringkat pertama dipegang oleh pembom tempur Su-34.


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35


Pesawat tempur Rusia seperti Su-27, Su-30SM dan Su-35 memiliki jangkauan tempur lebih dari 3000 km, dengan tambahan tanki bahan bakar ekstrenal jangkauan tersebut bisa meningkat lebih jauh lagi, dengan durasi penerbangan bisa 8 sampai 10 jam.

Bayangkan kenyamanan pilot dengan penerbangan selama itu tanpa dilengkapi perangkat untuk buang air kecil. Pada masa lalu para pilot pesawat tempur Rusia menggunakan perangkat penadah urine yang disebut ” “piddle packs”, perangkat tersebut mengharuskan pilot untuk membuka pakaian dan mengatur dahulu kursi ejeksi yang bisa mengalihkan perhatian pilot saat menangani pesawat tempurnya.

Sebuah prosedur rumit yang bisa sangat berbahaya jika sabuk dan tali peralatan tersebut tersangkut pada tongkat kendali pesawat, seperti yang pernah terjadi setidaknya dua kali di masa lalu yang menyebabkan jatuhnya dua pesawat tempur.

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Generasi terbaru ” “piddle packs” berbentuk pakaian pilot yang sudah dilengkapi mangkuk karet dan selang untuk buang air kecil sehingga pilot tidak perlu membuka seragamnya . Sebuah sistem yang sangat berguna karena perangkat tersebut juga dirancang untuk menghindarkan pilot bersentuhan dangan cairan, yang sangat penting bagi pilot yang terbang diketinggian ekstrim dengan cuaca dingin.
Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35
Piddle pack pilot pesawat tempur Su-30 Angkatan Udara Vietnam

Dari informasi yang beredar, para pilot pesawat tempur Inggris dulunya juga menggunakan perangkat yang hampir serupa, namun dengan kantung khusus yang akan merubah cairan air seni menjadi sejenis gel yang tidak berbau, sementara para pilot USA menggunakan sejenis pampers khusus.

Read More

Tingkatkan Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama, Ryamizard Berkunjung ke Vietnam

Tingkatkan Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama, Ryamizard Berkunjung ke Vietnam


Pada tanggal 7-9 Agustus 2016 kemarin, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melakukan kunjungan kerja ke Vietnam. Kunjungan itu dilakukan guna meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Vietnam.

Di Vietnam, Ryamizard bertemu dengan Menteri Pertahanan Jenderal Lich. Dalam pertemuan itu, mereka mendiskusikan sejumlah isu di tingkat regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama.

Jenderal Lich memandang penting untuk melakukan hubungan dengan angkatan bersenjata dan pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Vietnam berencana memperdalam hubungan tradisional kedua negara demi kepentingan bersama.

Menteri pertahanan Indonesia dan Vietnam juga sama-sama memberikan nilai positif terhadap kerja sama pertahanan dan keamanan yang selama ini telah terjalin diantara dua negara. Indonesia dan Vietnam sepakat untuk terus melanjutkan pertukaran delegasi dan penyelenggaraan latihan bersama, pembentukan mekanisme dialog kebijakan pertahanan, dan pembentukan hotline communication antarkementerian pertahanan.

Tak hanya itu, kedua negara bersepakat untuk memperkokoh kerja sama yang mencakup bidang pemulihan bencana, aktivitas pasukan penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan industri pertahanan.

Selain bertemu dengan Menteri Pertahanan Vietnam, Ryamizard juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Quang. Dalam kesempatan itu, mereka melakukan diskusi terkait ancaman ISIS dan kondisi Laut Cina Selatan yang kian memanas.

Menteri Pertahanan Ryamizard dan Presiden Quang sepakat bahwa tidak ada persoalan bersifat transnasional yang dapat diselesaikan secara sendiri. Oleh sebab itu, kedua negara akan terus meningkatkan hubungannya seperti melalui kunjungan pejabat militer kedua negara.


Sumber: antaranews.com
Read More

LCS Semakin Memanas, Vietnam Kirim Peluncur Roket Canggih

LCS Semakin Memanas, Vietnam Kirim Peluncur Roket Canggih


Suhu di wilayah Laut China Selatan (LCS) semakin meningkat. Data intelejen menyebutkan, Vietnam diam-diam telah menaruh sistem peluncur roket yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan instalasi militer Tiongkok di wilayah LCS. 

Sistem peluncur roket tersebut ditempatkan dibeberapa pulau tak berpenghuni dan sudah siap untuk digunakan dalam kurun waktu tiga hari ke depan. Sistem peluncur roket milik Vietnam ini cukup canggih, karena tidak terdeteksi lewat pengawasan udara. Menanggapi isu tersebut, Pemerintah Vietnam bahwa kabar tersebut hanya isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. 

Namun, Wakil Menteri Pertahanan Vietnam, Letnan Jenderal Senior Nguyen Chi Vinh menegaskan, sah saja ketika Vietnam mengirimkan senjata kemana dan di mana saja untuk melindungi diri, selama wilayah tersebut masih dalam kedaulatan Vietnam.

Pemerintah Vietnam selama ini kawatir dengan kegiatan Tiongkok di LCS, yang membangun sejumlah instalasi militer, landasan pacu, sistem radar, karena membuat rapuh pertahanan Vietnam di bagian selatan menjadi rapuh.


Read More

Militer Inggris Akui Senjata Rusia Lebih Canggih dan Unggul

Militer Inggris Akui Senjata Rusia Lebih Canggih dan Unggul


MOSKOW – Tentara Kerajaan Inggris mengakui bahwa pasukan militer Rusia memiliki persenjataan yang lebih unggul dari Inggris dimedan perang, dalam sebuah laporan yang bocor, dikutip oleh Times, Rabu (10/08/2016).

“Dalam hal tidak mungkin terjadinya konfrontasi langsung antara NATO dan RUS (Rusia), kita harus mengakui bahwa RUS saat ini memiliki keunggulan dan kemampuan yang secara signifikan melebihi kekuatan Militer UK,” kata laporan itu, seperti dikutip oleh Times.

Menurut laporan itu, peluncur roket, sistem pertahanan udara dan senjata lain milik Rusia lebih kuat dari persenjataan yang setara milik militer Inggris, sementara armada Inggris direncanakan melengkapinya dengan kendaraan militer lapis baja ringan yang “rentan dan tidak proporsional” terhadap serangan Rusia apabila terjadi perang.

Menurut surat kabar tersebut, laporan itu disusun dibawah arahan Jenderal Sir Nick Carter, Kepala Angkatan Darat Kerajaan Inggris, pada bulan Maret lalu.


Sumber: Times dan Sputniknews
Read More

Untuk Menegaskan Klaim di Laut China Selatan, China Pasang Rudal Canggih di Kapal Perang

Untuk Menegaskan Klaim di Laut China Selatan, China Pasang Rudal Canggih di Kapal Perang


China dilaporkan telah menginstal sistem rudal canggih di kapal perang perusak Luhai-class (Type 051B) Shenzhen. Kapal perang Shenzhen akan ditempatkan di Laut China Selatan untuk mempertahankan wilayah yang diklaim China.

Kapal perusak Luhai-class (Type 051B) Shenzhen merupakan kapal perusak modern dengan sistem propulsi uap dan berfungsi sebagai hanggar helikopter. Persiapan China dalam memperkuat armada tempur mereka itu dilaporkan Situs analis pertahanan Barat, IHS Jane.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kapal perusak unggulan China itu akan kembali beroperasi dengan armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat di Laut China Selatan. Rudal andalan China yang akan diinstal itu adalah rudal udara jarak menengah HHQ-16 (SAM) yang dapat ditembakkan sejauh 19 mil laut dengan kecepatan maksimum 2.148 mph. 

Sistem rudal ini sebanding dengan sistem rudal kuat Rusia, Gollum/ Shtil-2. China terus berupaya menegaskan klaim atas Laut China Selatan dan tidak mau mengakui putusan atas gugatan Filipina di Pengadilan Tetap Arbitrase, Den Haag. 

Setelah putusan itu, China terus bermanuver dengan dalih menjaga pulau-pulau buatan di Kelompok Spratly yang disengketakan. Langkah China tersebut semakin memperuncing ketegangan di wilayah Laut China Selatan dan seakan menjawab kedatangan Kapal perang USS Benfold Amerika Serikat (AS) di pelabuhan Qingdao, China. 

Meskipun kapal perang USS Benfold datang untuk mengadakan latihan dengan Angkatan Laut China dan bertujuan untuk memberikan kesempatan pada pelaut China dan AS berinteraksi dan membangun hubungan bersama.


Read More

Indonesia dan Ukraina Tanda Tangani Kerjasama Pertahanan

Indonesia dan Ukraina Tanda Tangani Kerjasama Pertahanan


Pemerintah Indonesia dan Ukraina telah menandatangani perjanjian kerjasama di bidang pertahanan, saat rombongan kabinet pemerintah Ukraina melakukan kunjungan ke Indonesia pada tanggal 5-7 Agustus 2016.

Perjanjian itu ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin. Penandatanganan itu disaksikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo serta Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

“Perjanjian tersebut secara signifikan akan memperluas peluang kami dalam kerjasama militer-teknis, pertahanan dan logistik,” ujar Poroshenko saat konferensi pers bersama dengan Presiden Indonesia di Jakarta.

Perjanjian itu akan berfokus pada peluang di bidang kedirgantaraan, kendaraan militer dan elektronik pertahanan. Hal itu juga memberikan peluang terhadap perluasan kerjasama antara militer kedua negara . Poroshenko memberikan apresiasi atas sikap profesional dalam kerjasama yang telah terjalin antara pemerintah Indonesia dan Ukraina. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia karena telah mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk pencaplokan ilegal Crimea dan agresi melawan Ukraina.


Sumber: unian.info dan IHS Janes
Read More

Wednesday, August 3, 2016

Tidak Butuh Su-35, Kemampuan Su-30MKM Milik Malaysia Sudah Cukup Mengimbanginya

Tidak Butuh Su-35, Kemampuan Su-30MKM Milik Malaysia Sudah Cukup Mengimbanginya


Selama ini tanpa banyak diketahui, teknologi dan kemampuan pesawat tempur Su-30MKM Angkatan Udara Malaysia sudah setara dengan pesawat tempur Su-35. Hal ini dibuktikan dengan dipilihnya SU-30MKM Malaysia oleh AS untuk melakukan latihan perang udara dengan pesawat tempur siluman andalannya, F-22 Raptor.

Lalu teknologi dan kemampuan apa saja yang membuatnya tidak hanya lebih canggih dari Su-30 negara lain, tapi juga mampu mengimbangi pesawat tempur superioritas udara terbaru besutan Rusia, Su-35.

Mesin dan Kemampuan Manuver 

Dilengkapi dengan mesin jet turbin AL-31FP dengan daya dorong vectoring, dimana knalpot mesin memiliki fleksibilitas untuk bergerak naik dan turun 15 derajat, dikombinasikan dengan sayap canard, menjadikan Su-30MKM memiliki keunggulan manuver yang luar biasa dalam pertempuran udara jarak dekat.

Radar

Su-30MKM dilengkapi dengan radar N011M NIIP BAR (AWACS versi mini) yang mampu mendeteksi target udara, laut dan udara secara bersamaan. Target udara besar seperti pesawat pembom mampu dideteksi pada jarak 350 km, target kecil seperti jet F-5 misalnya dapat dideteksi pada jarak 135 km, sementara pesawat tempur F-16 dapat dideteksi pada jarak 140-160 km. 

Su-30MKM juga dilengkapi sensor radar menghadap ke belakang yang terpasang di tailcone. Su-30MKM mampu mengunci 20 target dan meluncurkan serangan terhadap 8 sasaran yang paling mengancam.

Persenjataan

Pada sistem persenjataan, Su-30MKM juga memiliki persenjataan yang sama, kecuali pada kemungkinan dipersenjatainya Su-35 dengan rudal Brahmos. Sama-sama persenjatai dengan meriam GSH-301 30mm dengan 150 butir amunisi. 

Su-30MKM juga memiliki 12 cantelan untuk muatan persenjataan hingga 8 ton, yang bisa terdiri dari enam rudal udara-ke-udara jarak medium seperti R-27RE (AA-10C Alamo-C), R27TE (AA-10D Alamo-D) atau Vympel RVV -ae (AA-12 Adder). Atau rudal alternatif lain seperti dua rudal jarak medium AA-10D Alamo dan rudal inframerah jarak dekat Vympel R-73E (AA-11 Archer).

Su-30MKM juga dilengkapi dengan sistem kontrol senjata digital modern serta fitur anti-jamming. Su-30MKM juga dilengkapi dengan pod penargetan Thales Damocles, sistem pengintai laser dan sistem helm pembidik sasaran, yang memungkinkan pilot untuk mengunci sasaran dan meluncurkan rudal-rudal yang menakutkan. 

Kedua pesawat tempur juga mampu menggotong rudal jelajah anti pesawat Novator KS-172 AAM-L yang memiliki jangkauan hingga 300-400 km. SU-30MKM juga dapat menembakkan rudal udara-ke-permukaan seperti Kh-29 (AS-14 Kedge), Zvezda Kh-31A (AS-17 Krypton) atau Raduga Kh-59M (AS-18 Kazoo). 

Kedua pesawat tempur juga sudah dilengkapi kemampuan peperangan dan jamming elektronik. Royal Air Force Malaysia saat ini diperkuat dengan 18 Su-30MKM, dengan segala kelebihannya yang menyerupai Su-35, rasanya Malaysia tidak membutuhkan lagi Su-35 dan lebih membutuhkan pesawat tempur varian lain, seperti Rafale atau Typhoon.


Read More

Tuesday, August 2, 2016

Tingkatkan Kemitraan Maritim Keamanan Bersama, Angkatan Laut Indonesia dan Amerika Serikat Gelar CARAT 2016

Tingkatkan Kemitraan Maritim Keamanan Bersama, Angkatan Laut Indonesia dan Amerika Serikat Gelar CARAT 2016
U.S. Marine Corps Amphibious Assault Vehicles with Golf Company, 2nd Battalion, Surabaya, Indonesia, CARAT 2015. (Photo By Lance Cpl. Sergio RamirezRomero)

Angkatan Laut Indonesia dan Amerika Serikat akan melakukan latihan militer bersama bertajuk 22nd Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) pada tanggal 3-8 Agustus 2016. Latihan itu akan berlangsung di Surabaya serta perairan Jawa dan Bali.

Komandan Task Force 73, Laksamana Brian Hurley mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Indonesia memiliki visi yang sama untuk menjaga lingkungan yang damai dan sejahtera di laut

“Kepentingan kami bersama dalam keamanan maritim CARAT berkaitan tentang semua hal – dan itu diperbolehkan agar angkatan laut kami mengembangkan kemitraan yang berkelanjutan dan berkembang, yang menguntungkan kedua negara,” ujar Laksamana Hurley.

Lebih dari 500 Pelaut Amerika Serikat akan berpartisipasi dalam CARAT Indonesia 2016. Latihan itu akan menampilkan kompleks pelatihan di permukaan laut dan peperangan anti-kapal selam, latihan visit, board, search and seizure (VBSS), mobile dive and salvage training, latihan meriam, operasi patroli maritim, dan pertukaran Explosive Ordnance Disposal technicians.

Personel Angkatan Laut Indonesia dan Amerika Serikat juga akan bertukar praktik terbaik tentang taktik angkatan laut selama serangkaian seminar militer. Berbagai proyek sosial, seminar penerbangan, pertukaran olahraga, hukum militer, dan simposium perang kapal selam juga direncanakan dalam fase latihan pantai latihan.

“Kami sudah merencanakan latihan yang beragam untuk 2016 dan saya melihat ke depan untuk kembali ke laut dengan mitra kami di TNI Angkatan Laut,” ujar Destroyer Squadron 7, Kapten. H.B. Le.

Unit Amerika Serikat yang akan berpartisipasi dalam CARAT 2016 antara lain kapal perusak dipandu-rudal kelas Arleigh Burke USS Spruance (DDG 111), kapal selam Los Angeles Class, kapal penyelamat USNS Salvor (T-ARS 52) dengan Mobile Diving and Salvage Unit (MDSU), kapal Ekspedisi Transportasi Cepat USNS Millinocket (EPF-1), Expeditionary Transfer Dock USNS Montford Point (T-ESD-1), P-8A Poseidon dari Patrol Squadron (VP) 8, dan insinyur sipil dan teknisi dari Navy Mobile Construction Battalion (NMCB) FIVE and Explosive Ordnance Disposal Mobile Unit (EODMU) FIVE.


Sumber: navy.mil
Read More

Sistem Baru UKR-RT SU-34 Aksesoris Pengintaian Radio Cangggih

Sistem Baru UKR-RT SU-34 Aksesoris Pengintaian Radio Cangggih
Bomber Rusia SU-34 mendapatkan Aksesoris Pengintai Baru

Jajaran bomber garis depan Rusia, Sukhoi Su-34 Fullback akan segera dilengkapi aksesoris pengawasan radio canggih yang memungkinkan kru untuk menemukan dan menghancurkan markas musuh, peralatan komunikasi dan pusat kendali drone, tulis harian Izvestiya, mengutip dari sumber di Kementerian Pertahanan, Moskow.

Sistem baru yang dijuluki UKR-RT tersebut ditempatkan dalam sebuah wadah yang melekat dibawah Su-34 Fullback. “Saat ini sistem UKR-RT sedang menjalani uji coba lapangan dan akan segera diberikan ke Angkatan Udara,” jelas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sistem UKR-RT ini dirancang untuk mencari dan “membaca” tanda tangan teknis sistem komunikasi, instalasi radar dan stasiun kontrol UAV di darat.

Ahli militer independen Anton Lavrov mengatakan bahwa sistem baru tersebut akan mengubah bomber garis depan menjadi mesin multirole mampu melawan dan mengintai semua pada waktu yang sama. “Dengan wadah khusus yang dipasang pada kapal, maka SU-34 akan menghemat uang kita yang seharusnya dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah pesawat AWACS jenis baru.

Selama situasi damai aksesoris dapat melakukan pengintaian tanpa menggunakan pesawat mata-mata khusus, sementara dimasa perang bisa memperkecil kerentanan dibandingkan pesawat pengintai yang dikonversi dari transportasi umum dan penumpang pesawat”, kata Lavrov.

Menurut ahli pertahanan independen yang lain, Dmitry Boltenkov, Sistem UKR-RT dengan inti sistem radio pengintaian M-410.

“M-410 adalah versi ramping dari sistem yang lebih canggih yaitu Fraktsiya yang dibawa oleh pesawat pengintai TU-214R terbaru Rusia”, kata Boltenkov. Banyak ahli militer asing menganggap TU-214R sebagai platform pengumpul informasi yang unik yang mampu melihat target hingga ratusan kilometer jauhnya.

Beberapa pesawat tersebut melakukan serangkaian misi pengintaian akhir tahun 2012 dekat wilayah udara Jepang dan beberapa kali bertamu ke Suriah.
Sistem Baru UKR-RT SU-34 Aksesoris Pengintaian Radio Cangggih
Tupolev TU-214R AWACS Angkatan Udara Rusia sedang dalam penerbangan

Menurut sebuah artikel yang berjudul “Rusia Telah Mengerahkan Pesawat Mata-mata ke Suriah”, yang baru-baru ini muncul di otoritatif jurnal Internet Aviationist, sistem Fraktsiya memungkinkan TU-214R tidak hanya mencegat radar, komunikasi elektronik dan bahkan pemijat ponsel, tapi juga menggunakan informasi yang diperoleh untuk membuat “gambar elektronik dari medan perang” secara real time.


Sumber: Sputniknews
Read More

Thursday, July 28, 2016

Rusia Kerjakan Proyek Leader-Class 23560, Kapal Perusak Paling Canggih Bertenaga Nuklir

Rusia Kerjakan Proyek Leader-Class 23560, Kapal Perusak Paling Canggih Bertenaga Nuklir
??Lider-Class Destroyer bertenaga nuklir Rusia

Sejak 2010, Biro Desain Severnoye Rusia telah mulai mengerjakan Proyek 23560 Perusak Lider-Class yang akan menggabungkan fitur dari kapal perusak, kapal perang melawan kapal selam besar dan rudal jelajah berpemandu.

Kapal kemungkinan besar akan menggunakan tenaga nuklir. Kapal ini akan mampu menghabiskan hingga 90 hari tanpa pengisian bahan bakar tambahan atau dukungan. “Saat ini desain awal proyek 23560 Lider-Class sedang dipertimbangkan oleh Kementrian Pertahanan Rusia”, ujar Igor Ponomarev, wakil presiden United Shipbuilding Corporation (USC), RIA Novosti mewartakan akhir pekan ini. 

Setelah proyek ini diberi lampu hijau, “kami akan mengembangkan desain teknis kapal dan mempersiapkan dokumen untuk membangun kapal dalam rentang waktu yang ditetapkan oleh kementrian”. Kapal Perusak Lider-Class memiliki panjang 200 meter dan lebar 20 meter, menggantikan 17.500 ton serta mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan maksimum 32 knot.

Kapal perang serbaguna ini akan memiliki anti-pesawat, anti rudal balistik, anti permukaan serta kemampuan anti kapal selam. Hal ini dimaksudkan untuk menggantikan kapal Sovremennyy-Class, kapal perang utama anti permukaan

Angkatan Laut Rusia, serta kapal jelajah Slava-Class dan Udaloy I Class sebagai perusak anti kapal selam. Lider-Class ini diharapkan akan dilengkapi rudal jelajah Kalibr-NK. Rudal jelajah supersonik P-800 Oniks dengan jangkauan lebih dari 300 kilometer juga akan disematkan. Sebagai kombinasi juga bisa ditambahkan rudal hipersonik Zirkon.

Rusia Kerjakan Proyek Leader-Class 23560, Kapal Perusak Paling Canggih Bertenaga Nuklir

Generasi kapal perang ini pastinya juga bakal menerima sistem pertahanan udara paling canggih Rusia yang dikenal dengan S-500 Prometey atau 55R6M Triumfator-M. Dilengkapi dengan dua buah helipad, kapal perang ini bisa mengangkut dua helikopter Kamov Ka-27 atau Kamov Ka-32.

Sistem peluncuran vertikal (VLS – Vertical Launch Systems) dari sistem Poliment-Redut akan menangani ancaman udara jarak pendek, dimana VLS akan dikendalikan secara aktif oleh sistem radar elektronik Poliment (AESA). Lider-Class mampu membawa dua modul dari versi naval sistem senjata Pantsir-M SAM.

Akhirnya Perusak Leader-Class juga akan mendapatkan senjata serbaguna A-192 kaliber 130-mm. Secara keseluruhan, arsenal senjata perusak Leader-Class akan mampu membawa total 200 rudal”, Izvestia melaporkan.

Pemotongan metal untuk kapal perang baru tersebut direncanakan akan dilakukan awal 2018, menurut United Shipbuilding Corporation (USC). Satu dari delapan kapal yang direncanakan akan dibangun. Menurut Igor Kasatonov, pengembangan sebuah kapal perusak mengisyaratkan kepentingan geopolitik tertentu para pemimpin Rusia, Izvestia melaporkan.


Sumber : Sputniknews.com
Read More

Sebanyak 1.831 Prajurit TNI dan ATM Menggelar Latgabma (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 di Malaysia

Sebanyak 1.831 Prajurit TNI dan ATM Menggelar Latgabma (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 di Malaysia


Sebanyak 1.831 personel TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan ATM (Angkatan Tentera Malaysia) menggelar Latgabma (Latihan Gabungan Bersama) Malaysia-Indonesia (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016, mulai tanggal 27 Juli s.d 3 Agustus 2016 di Malaysia. 

Upacara pembukaan Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016 dibuka oleh Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri (Dr) Hj Zulkifeli bin Mohd Zin dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., di Padang Kawad Lapangan Upacara Markas Wilayah (Mawilla)-1 Pangkalan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), Tanjung Gelang, Kuantan, Malaysia, Rabu (27/7/2016).

1.831 Personel TNI dan ATM yang terlibat dalam Latgabma, yaitu : 1.281 personel Angkatan Tentera Malaysia (ATM), 50 personel Polisi Diraja Malaysia (PDRM), 500 personel TNI terdiri dari : 205 personel TNI AD (104 Kostrad, 4 Ditkesad, 92 Ditziad, 2 Sopsad, 3 Pussimpur). 

198 personel TNI AL (130 Anak Buah Kapal KRI Banda Aceh, 8 Crew Hely Bell, 30 Tim SAR Laut, 12 Tim Medis, 3 Medcap, 15 Kogla / TTX dan CPX). 52 personel TNI AU (3 Kogla, 9 CPX, 40 FTX), 41 personel Mabes TNI, 2 personel Polri dan 2 personel BNPB.
Sebanyak 1.831 Prajurit TNI dan ATM Menggelar Latgabma (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 di Malaysia
Latihan Gabungan Malaysia-Indonesia

Alutsista yang digunakan ATM, diantaranya : Kapal Diraja (KD) Mahawangsa, Kapal Diraja (KD) Terengganu, Kapal Diraja (KD) Perdana, Hellikopter Super Lynk, Helikopter Nuri, Bot Tempur CB 90, Heavy Raft dan Rumah Sakit Lapangan.

Sedangkan Alutsista yang digunakan TNI diantaranya KRI Banda Aceh, 2 unit LCU, 2 LCVP, 1 Heli Bell, 2 Sea Rider, 1 Truck, 1 Trailler/Decoy, 1 Ransus Nubika, 7 tenda Rumah Sakit Lapangan, 2 unit Perahu Karet, 1 unit Mobil Ambulance, 1 set Alat Perlengkapan Rumah Sakit Lapangan.

Tujuan dilaksanakannya latihan tersebut adalah untuk meningkatkan kerja sama dan memelihara hubungan kesepahaman serta upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme Prajurit TNI dan ATM beserta komponen lainnya dalam mewujudkan strategi menanggulangi bencana diwilayah perbatasan dan wilayah yang berkepentingan di kedua negara, serta mengantisipasi dalam merespon terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam yang terjadi.
Sebanyak 1.831 Prajurit TNI dan ATM Menggelar Latgabma (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 di Malaysia
Latihan Gabungan Malaysia-Indonesia

Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., dalam sambutannya sebelum acara pembukaan menyampaikan, berdasarkan hasil keputusan sidang ke-12 High Level Committee (HLC) Malindo tanggal 3 Desember 2014 di Jakarta, Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara telah memberikan direktif awal Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016 dengan materi latihan Humanitarian Assistence Disaster Relief (HADR) atau Penanggulangan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan.

Sebagai tindak lanjut Staf Perancang Latihan (SPL) dan Kelompok Perancang Latihan (KPL), Latgabma Malindo telah melaksanakan rapat-rapat perencanaan latihan sampai dengan bulan April lalu di Kuantan, Malaysia. 

“saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para perencana latihan dari kedua Angkatan,” ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan. “Tugas kita bersama belum selesai, laksanakan latihan dengan semangat dan sungguh-sungguh serta patuhi prosedur latihan yang telah ditentukan guna mewujudkan zero accident dan memperoleh hasil latihan yang optimal,” tegas Kasum TNI.

Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan, bahwasanya salah satu akibat perubahan iklim yang exstrim atau gelobal climate change effects, bencana alam kerap melanda negara-negara di seluruh penjuru dunia dan semakin tidak dapat diprediksi kedatangannya di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia pun tidak luput dari dampak bencana alam yang terjadi dan kerentanan masyarakat menjadi korban dalam jumlah besar yang sulit diantisipasi, pengembangan respon serta pola penanggulangan bencana masih sangat perlu dilaksanakan.
Sebanyak 1.831 Prajurit TNI dan ATM Menggelar Latgabma (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 di Malaysia
Latihan Gabungan Malaysia-Indonesia

“Saya percaya dan yakin bahwa para peserta Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 yang ada dihadapan saya ini (TNI, ATM, PDRM) dan instansi terkait lainnya mampu melaksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato’ Sri (Dr) Hj Zulkifeli bin Mohd Zin pada saat membuka Latgabma Malindo Dasarsa-9AB/2016, mengucapkan selamat bertemu kembali dalam latihan ini, karena giliran Malaysia untuk melaksanakan tempat latihan bersama antara Tentara Indonesia dan Tentara Malaysia, karena ini mendekatkan hubungan antara kedua negara atau lebih tepat lagi sebagai dua negara bersaudara yang memiliki kesepahaman yang mendalam, ibaratkan kata pepatah Melayu cubit paha kiri, paha kanan terasa juga,” ucapnya.

“Latgabma kali ini merupakan eksesais pertama kali yang bertemakan Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana atau Humanitarian Assistance And Disaster Relief (HADR). Tema ini amat bertepatan sekali dengan situasi dan perkembangan masa kini yang memerlukan bantuan serta komitmen dalam menangani bencana dan membantu orang yang kena musibah,” kata Panglima ATM.

Dalam kesempatan tersebut Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato’ Sri (Dr) Hj Zulkifeli bin Mohd Zin menyampaikan “saya sekali lagi mendambakan kedatangan rekan-rekan dari Tentara Nasinal Indonesia datang ke Malaysia untuk bersama-sama melaksanakan Eksesais Latgabma Malindo Darsasa-9AB/2016 dengan berbekalkan semangat kebersamaan Latgabma,” katanya.
Sebanyak 1.831 Prajurit TNI dan ATM Menggelar Latgabma (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 di Malaysia
Latihan Gabungan Malaysia-Indonesia

Mengakhiri sambutannya Panglima ATM mengatakan, mudah-mudahan ikatan keakraban dan ukhuwah yang terjalin selama ini akan berkekalan dan terus diperkukuhkan lagi pada masa depan. “Marilah kita sama-sama melaksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya demi meningkatkan kesetabilan dan keamanan di negeri ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara pembukaan Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016. Dari Indonesia : Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A, Kasdivif-1/Kostrad sebagai Deputy Exercise Director Brigjen TNI Agus Suhardi, Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Edison Simanjuntak, S.I.P, Kabagjar Progkerma Sops Mabes Polri Kombes Dedi Setia Budi dan para Perwira dari Angkatan.

Dari Malaysia Panglima Tentera Darat YM Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor, Panglima Angkatan Bersama Leftenan Jeneral Dato’ Shahrani bin Mohd Sani, Commisioner Polis Dato’ Sri Muhammad Sabtubin Osman serta seluruh Perwira ATM.

Read More

Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi

Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi
Alutsista AS Tiba di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani /Detik.com)

Banyuwangi – Puluhan alutsista militer Amerika Serikat dikirim ke pusat latihan tempur di Karangtekok, Situbondo, Rabu (27/7/2016). Kedatangan alat perang AS ini merupakan rangkaian persiapan latma Garuda Shield-10 bersama TNI di Situbondo.
Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi
Garudashield 2016

Alutsista tersebut sebelumnya tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur Selasa (26/7/2016) malam. Perlengkapan tempur militer AS ini diangkut menggunakan kapal kargo ‘Ocean Glory’. Begitu kapal raksasa tiba, pengamanan pelabuhan langsung diperketat. Usai pemeriksaan manifest dan imigrasi, pembongkaran alat tempur langsung digelar hingga Rabu sore.
Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi
Garudashield 2016

Pantauan di detikcom di lapangan, 22 kontainer yang diturunkan dari kapal. Seluruhnya berisi alat tempur. Diantaranya, beberapa kendaraan tempur lapis baja. Terlihat juga empat helikopter bertuliskan United States Militery. Sepintas, alat perang ini mirip jenis Apace. Usai diperiksa militer AS, seluruh peralatan itu langsung dinaikkan ke trailer.
Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi
Garudashield 2016

Selama proses pengecekan peralatan tempur, militer AS terlihat esktra hati-hati mengawasi kondisi di pelabuhan. Tim dari Kostrad bersenjata laras panjang juga menjaga ketat areal pelabuhan di utara Pelabuhan ASDP Ketapang. Bahkan dibuat steril, hanya petugas khusus diperbolehkan masuk.  
Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi
Garudashield 2016

Kasi Lalu Lintas Laut Satuan Otoritas Pelabuhan Tanjungwangi, Subagio membenarkan kedatangan kapal tangker yang membawa alat tempur militer AS. Namun, pejabat ini tak merinci jenis alat tempur apa saja yang dibawa.

“Kami hanya berwenang memberikan izin berlabuh kapal dari AS ini. Untuk lain-lain, di luar wewenang kami,” ujarnya.
Militer AS Mengirim Peralatan Tempur ke Banyuwangi
Garudashield 2016

Kedatangan peralatan tempur militer AS ini sempat menarik perhatian warga di sekitar pelabuhan. Namun, mereka tak bisa mendekat. Latihan bersama militer AS dan TNI AD rencananya akan digelar hingga pertengahan Agustus mendatang. Ini merupakan latihan rutin setiap tahun.


Sumber : Detik.com & Defence.PK
Read More

Wednesday, July 27, 2016

India Segera Upgrade 194 Pesawat Tempur Su-30MKI Menjadi Super Sukhoi Generasi Kelima

India Segera Upgrade 194 Pesawat Tempur Su-30MKI Menjadi Super Sukhoi Generasi Kelima


India akan meng-upgrade 194 pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI dengan kemampuan mendekati pesawat tempur generasi kelima. Varian upgrade Su-30MKI nantinya akan berganti nama menjadi Super Sukhoi dan akan menghabiskan biaya lebih dari US$ 8 miliar.

Sebuah tim Rusia datang ke New Delhi awal bulan Juli dan membahas rencana upgrade, negosiasi rencananya bisa diselesaikan dalam waktu empat hingga enam bulan ke depan. 

Angkatan Udara India (IAF) ingin meningkatkan kemampuan seluruh armada Su-30MKI yang berjumlah 272 unit mendekati kemampuan pesawat tempur generasi kelima, terutama untuk bisa mengimbangi peningkatan kemampuan Angkatan Udara tetangganya, seperti China yang mulai diperkuat pesawat tempur siluman J-20 dan Pakistan yang mengincar F-16 varian terbaru dan Su-35 dari Rusia.

Meski mendapatkan upgrade, Su-30MKI tetaplah berbeda dengan T-50 PKFA. SU-30MKI hanya mendaptkan upgrade pada sistem avionic canggih dan sensor terbaru seperti radar AESA, dan kemampuan menggotong rudal Brahmos, Super Sukhoi tidak mengalami perubahan pada desain airframe seperti penyimpanan senjata internal.


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Rusia Kembangkan Sonar Canggih Mampu Deteksi Kapal Selam Melalui Jaringan Satelit

Rusia Kembangkan Sonar Canggih Mampu Deteksi Kapal Selam Melalui Jaringan Satelit
Kapal Selam Severodvinsk Project 885 Yasen-Class berada di galangan sekitar kapal Sevmash, wilayah Arkhangelsk. (Xaluan.com)

Rusia mengembangkan sistem sonar yang unik mampu mendeteksi kapal musuh dan kapal selam pada jarak ratusan kilometer melalui jaringan satelit, menurut surat kabar Izvestia. Sebuah sistem sonar “State of The Art” yang melindungi wilayah perairan Rusia di Kutub Utara sedang dalam pengembangan, harian Izvestia mengutip sumber Kementerian Pertahanan sumber Rusia.

Sistem ini akan dilengkapi dengan pelampung sonar canggih dan sensor bawah laut yang akan melacak sinyal akustik obyek bawah air dan permukaan serta mengirimkan informasi ke pusat kendali darat melalui satelit.

Sumber tersebut mengatakan bahwa “proyek ini dijadwalkan kan selesai pada tahun 2017 dan setelah disetujui oleh Kementerian Pertahanan Rusia, sistem sonar baru akan masuk layanan.”

Menurut sumber tersebut, sistem sepenuhnya dikerahkan agar dapat menutupi area yang mencakup ratusan kilometer persegi. Produsen pertahanan udara Rusia Almaz Antey ditugaskan untuk mengembangkan proyek. Perusahaan ini bekerja sama dengan seluruh lapisan dari perusahaan dikompleks industri militer Rusia.

Sejarawan Dmitry Boltenkov mengatakan pada Izvestia bahwa sistem sonar baru kemungkinan besar akan dikerahkan di Arktik. Dia menyebut, pada era Perang Dingin ketika kapal selam nuklir Amerika dan Inggris berulang kali dilacak di Samudra Arktik. 

Secara khusus, mereka terdeteksi dilaut yang berbatasan dengan pantai utara Rusia, katanya. “Tapi saat ini, mereka secara aktif berusaha untuk melacak kapal dan kapal selam Armada Utara Rusia, terutama sekarang bahwa Angkatan Laut Rusia memiliki paling canggih yaitu kapal selam bertenaga nuklir Yasen-Class dan Borei-Class”, katanya.

Boltenkov juga menarik perhatian pada fakta bahwa kapal selam AS dapat membawa Tomahawk: jarak jauh, semua cuaca, rudal jelajah subsonik mampu memukul target pada jarak lebih dari 1.500 kilometer.

Pada bulan Agustus 2014, sumber tingkat tinggi Markas Angkatan Laut Rusia mengatakan bahwa sebuah kapal selam kelas Virginia US terdeteksi dan “dipaksa” oleh anti kapal selam pasukan Rusia setelah melanggar batas perairan negara itu di Arktik.

Pada pertengahan 1960-an, Angkatan Laut AS mulai menyebarkan sistem Sonan bawah global, Sistem Pengawasan Suara (SOSUS – Sound Surveillance System), yang dirancang untuk memantau kapal selam Soviet. Hingga saat ini SOSUS masih operasional.

Dipasang di kedalaman beberapa puluh meter, sensor sistem membentuk beberapa rantai sepanjang garis Greenland-Islandia di Britania Raya, dengan sensor yang terpisah saat ini ditempatkan di Samudra Pasifik.


Sumber : Spacewar.com
Oleh      : Vegassus
Read More

Militer Amerika Kirimkan Radar Pendeteksi Dini AN-TPQ-36 Firefinder ke Militer Ukraina

Militer Amerika Kirimkan Radar Pendeteksi Dini AN-TPQ-36 Firefinder ke Militer Ukraina
Radar AN-TPQ-36 mampu mendeteksi artileri dan roket hingga jarak 24 km.

Angkatan Darat AS mengirimkan AN-TPQ-36 sistem radar Firefinder kepada militer Ukraina, kata Asisten Komando Keamanan yang bertugas, Rabu. Pengiriman berlangsung 2 Juli, menurut pernyataan Militer. Radar Q-36, dengan kemampuan deteksi dini, akan membantu pertahanan melawan roket, mortir dan serangan artileri, “ancaman konstan dan mematikan untuk personil militer dan penduduk sipil di Timur Ukraina,” kata Angkatan Darat.

Pengiriman adalah bagian dari Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina tahun fiskal 2016, bagian dari paket yang lebih besar mencakup komunikasi dan peralatan medis, perangkat night vision, peralatan perlindungan pribadi dan pelatihan militer, sebuah program yang bernilai total lebih dari US$ 200 juta.
Militer Amerika Kirimkan Radar Pendeteksi Dini AN-TPQ-36 Firefinder ke Militer Ukraina
Radar AN-TPQ-36

Bantuan Komando Keamanan Militer menyediakan artikel pertahanan, jasa dan pelatihan untuk pasukan darat Ukraina, penjaga nasional dan penjaga asrama. Inisiatif ini merupakan respon terhadap aneksasi Rusia di Krimea pada 2014.
Militer Amerika Kirimkan Radar Pendeteksi Dini AN-TPQ-36 Firefinder ke Militer Ukraina
?Radar AN-TPQ-48 Kontra-Mortir Ringan

Pengiriman sistem Q-36 lebih lanjut akan meningkatkan pertahanan negara itu, melengkapi sistem radar kontra-mortir Q-48 yang diberikan sebelumnya.
Sumber: Spacedaily.com


Sumber : JakartaGreater.com 
Oleh     : Vegassus
Read More

Laporan Atlantic Council: Rusia Dapat Menginvasi Polandia Dalam waktu Semalam dengan Mudah

Laporan Atlantic Council: Rusia Dapat Menginvasi Polandia Dalam waktu Semalam dengan Mudah
Konvoi militer Rusia ketika melalui kota Alagir di Selatan Ossetia pada tahun 2008. (Reuters)

Satu lembaga think-tank yang berbasis di Amerika Serikat, Atlantic Council, mengeluarkan laporan yang memperkirakan bahwa Rusia mampu menginvasi Polandia dalam semalam dan dengan mudah menyerang negara anggota NATO lainnya.

Laporan berjudul Arming for Detterence itu mengatakan bahwa Rusia memiliki kemampuan besar untuk melakukan serangan terhadap NATO dengan cepat. Namun, waktu serangan itu tak bisa diprediksi. Rusia dianggap memiliki satuan tempur yang bisa bergerak secepat kilat, demi menguasai Eropa Timur, terutama Polandia.
Laporan Atlantic Council: Rusia Dapat Menginvasi Polandia Dalam waktu Semalam dengan Mudah
Tentara Jerman, Amerika Serikat dan Polandia melakukan latihan militer terbesar di Eropa Timur sejak akhir Perang Dingin. (Dominic King)

“Bahkan jika saat ini Moskwa tidak memiliki niat untuk memerangi NATO secara langsung, hal ini bisa berubah dalam semalam dan serangan bisa terjadi sangat cepat karena sudah lama direncanakan,” demikian peringatan dari laporan Atlantic Council.

Laporan itu juga menjelaskan bahwa NATO akan lambat dalam merespon serangan Rusia ke Polandia. Oleh sebab itu, militer Polandia harus mampu menahan pasukan penyerbu Rusia dan membuat kerusakan cukup parah hingga pasukan pendukung tiba di negara itu.

Arming for Detterence memberikan sejumlah saran yang harus dilakukan untuk menghadapi Rusia, seperti modernisasi persenjataan dan memberikan insentif bagi warga usia “militer” agar tidak meninggalkan negaranya untuk mencari pekerjaan.

Sementara itu, Wakil Panglima Tertinggi Sekutu di Eropa, Jenderal Sir Richard Shireff, mengimbau kepada NATO agar terus menambah jumlah pasukannya di Polandia. “Tentu ada kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat kapasitas pertahanan Polandia, demi mengurangi keinginan Rusia untuk melancarkan serangan yang mengejutkan,” ujar Shireff.

Sebelumnya, NATO telah menegaskan komitmennya untuk menempatkan empat batalion tempur di Eropa Timur. Pengiriman sekitar 4.000 pasukan itu guna melindungi Estonia, Lithuania, Latvia dan Polandia dari ancaman agresi Rusia.


Sumber: kompas.com dan okezone.com
Read More

Bahas Perkembangan Pengamanan Bersama, Pertemuan Trilateral Diadakan Bulan Agustus

Bahas Perkembangan Pengamanan Bersama, Pertemuan Trilateral Diadakan Bulan Agustus
KRI Suluh Pari-809. (©REUTERS)

Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Filipina akan kembali melakukan pertemuan pada tanggal 1 Agustus mendatang, di Jakarta. Pertemuan trilateral itu akan membahas perkembangan lebih lanjut tentang pengamanan bersama di perairan Malaysia sampai Filipina.

Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, mengatakan bahwa pertemuan itu seharusnya dilakukan pada tanggal 21 Juli kemarin di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, pertemuan itu tidak jadi dilaksanakan karena Menteri Pertahanan Filipina berhalangan hadir.

“Harusnya tiga hari lalu (pertemuan trilateral), saya berhubungan dengan Menteri Pertahanan Filipina, dia mengajak saya ke sana. Saya bilang, saya ada acara pelantikan perwira. Setelah ini nanti, saya cari waktu, tanggal 1 (Agustus) dia kalau perlu ke sini (Indonesia) saja,” ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7).

Sementara terkait 10 warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, Ryamizard memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat. Meskipun, belum berhasil diselamatkan dan dipulangkan ke Tanah Air.

Ryamizard menjelaskan bahwa otoritas Filipina masih terus melakukan operasi militer guna membebaskan seluruh WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata di negara itu. “Operasi (militer) tetap dilanjutkan. Sepertinya, anak buah Abu Sayyaf itu makin terdesak yah, makin banyak korban karena operasi dilanjutkan terus,” ujarnya.


Sumber: Suara Pembaruan
Read More

HOT NEWS

Perang Urat Syaraf Ahok, Risma Mulai Bergemuruh