Friday, August 12, 2016

Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia

Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia


Bagi pemerhati alutsista, nama Iver Huitfeldt Class dari Denmark mungkin sudah tak asing didengar, inilah peringkat keempat frigat paling mematikan versi defencyclopedia yang ditawarkan untuk TNI AL. Selain kapabilitas tempurnya yang tinggi, frigat dengan desain modular ini bakal menjadikan TNI AL sebagai pengguna kapal perang tercanggih di kawasan Asia Tenggara. 

Dan menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, frigat berbobot 6.649 ton ini ditawarkan dengan fleksibilitas dan kustomisasi, bahkan Denmark menawarkan pembangunan kapal light destroyer ini di Indonesia. Dalam pertemuan penulis bersama Casper Klynge, Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, disebutkan bahwa Denmark sangat serius untuk menawarkan frigat ini ke Indonesia. 

“Kami menawarkan frigat Iver Huitfeldt Class dalam fleksibilitas terkait perlengkapan senjata dan sensor yang dibutuhkan Indonesia. Kami juga menawarkan untuk pembangunan kapal perang ini di fasilitas galangan Indonesia, dan ini akan menjadi peluang positif bagi industri di dalam negeri, dan tentunya skema ToT (Transfer of Technology),” ujar Casper Klynge kepada Indomiliter.com.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Indomiliter bersama Duta Besar Denmark, Casper Klynge (kedua dari kiri).

Seperti dipaparkan dalam tulisan sebelumnya, frigat Iver Huitfeldt Class ditawarkan untuk menggantikan posisi frigat Van Speijk Class yang secara bertahap akan dipensiunkan mulai tahun 2017. Terkait dengan tawaran tersebut, bahkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah sempat melihat langsung sosok Iver Huitfeldt Class di Denmark pada bulan Maret silam. 

Meski nama Denmark masih terbilang pemain baru dalam jagad alutsista TNI, namun Denmark telah berhasil memasok perangkat radar Weibel untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) dan radar Terma SCANTER di frigat Fatahillah Class.

Lebih teknis pada solusi yang ditawarkan, Odense Maritime Technology selaku principal Iver Huitfeldt Class memberikan beberapa opsi bila nantinya frigat ini diakuisisi oleh TNI AL. Yang pertama adalah solusi ‘plug and play,’ dimana persenjataan dan sensor dibangun melalu modul-modul. Tentunya muatan disini dapat disesuaikan dengan keperluan misi.

Masa pakai yang berbeda dari komponen-komponen dapat diatasi secara individual sistem per sistem. Pola ini dipercaya dapat menghilangkan periode “off hire” yang panjang, dan secara praktis mampu meningkatkan usia pemakaian kapal. Dalam hal perawatan, muatan dan platform dapat dirawat secara independen, ini bisa memperdendek periode proses perawatan dan memperpanjang jam operasional.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Iver Huitfeldt Class

Opsi kedua terkait ToT, Odense Maritime Technology selaku perancang menawarkan kerjasama yang erat dengan pihak galangan kapal dan TNI AL sebagai user. Dimana semua pihak bekerja dengan mengacu pada database yang sama, sehingga memaksimalkan proses ToT dari mulai tahap perancangan hingga tahap perakitan kapal di Indonesia.

Kemudian yang terakhir adalah muatan konten lokal, dimana sebagian pembangunan dan perakitan dapat dilakukan oleh galangan kapal Indonesia. Odense Maritime Technology menawarkan keterlibatan perancang kapal lokal dalam tahap rancangan dan rekayasa, serta principal akan membantu galangan kapal lokal selama fase konstruksi di Indonesia.

Secara umum, Iver Huitfeldt Class memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Frigat ini disokong empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 yang masing-masing berkekuatan 8,2 MW, sehinga dapat melaju hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots atau 33 km per jam.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Iver Huitfeldt Class

Untuk mendukung misi udara, frigat ini juga dilengkapi dengan dek dan hanggar helikopter ukuran medium, seperti helikopter AW101 atau helikopter dengan berat 20 ton. Sebagai perbandingan dek dan hanggar pada Martadinata Class dirancang untuk helikopter berbobot maksimum 10 ton. Dibangun dengan standar tertinggi NATO, Iver Huitfeldt Class telah dioperasikan Denmark dalam misi anti bajak laut di Teluk Aden dan Samudera Hindia.


 Sumber : Indomiliter.com
Read More

KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan

KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan


KRI Sultan Hasanuddin-366 merupakan Korvet Class Sigma yang dibuat oleh Galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. KRI ini mulai bergabung dengan TNI Angkatan Laut sejak tahun 2007 dan memiliki kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan
KRI Sultan Hasanuddin-366 jalani pemeliharaan. (defence.pk/pr1v4t33r)

Sumber: defence.pk
Read More

Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI

Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI


Pertempuran terjadi antara Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dengan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina, hari Selasa (9/8) lalu. Dalam kejadian itu, empat orang anggota kelompok Abu Sayyaf tewas.

Korban tewas itu adalah sub-pemimpin Abu Sayyaf, Jennor Lahab alias Jim Naga, beserta anaknya dan dua orang lain yang namanya belum diketahui.

Dalam pertempuran itu, MNLF menyita sejumlah senjata api termasuk dua senapan jenis M14, satu senapan M16 dan satu senapan jenis M4.
Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI
Nur Misuari mengunjungi kamp MNLF di Indanan, Sulu. (Agence France-Presse)

Juru bicara Angkatan Bersenjata Komando Mindanao Barat Filipina, Mayor Felimon Tan, mengatakan bahwa MNLF berupaya untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Namun, Tan menegaskan bahwa aksi MNLF itu tidak disetujui oleh Angkatan Bersenjata Filipina. “Laporan intelijen menyebut ada upaya dari MNLF untuk membantu menghancurkan bandit Abu Sayyaf karena mereka memicu kekacauan di masyarakat. Siapa saja bisa membantu menegakkan keadilan bagi mereka yang menjadi korban,” ujar Tan.


Saat ini, pemimpin MNLF, Nur Misuari, berstatus sebagai buron atas tuduhan melakukan pengepungan di Kota Zamboanga pada tahun 2013. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan bertemu dengan Nur Misuari pada hari Jumat (12/8) ini.


Sumber: kompas.com, sindonews.com, dan detik.com
Read More

Wednesday, August 10, 2016

LAPAN Akan Bangun Bandara Antariksa, Biak dan Morotai Menjadi Calon Lokasi

LAPAN Akan Bangun Bandara Antariksa, Biak dan Morotai Menjadi Calon Lokasi


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan membangun Bandara Antariksa sebagai tempat peluncuran roket bermuatan satelit. Dua tempat yang menjadi calon lokasi Bandara Antariksa itu adalah Biak dan Morotai.

Kepala LAPAN, Thomas Jamaluddin, menjelaskan bahwa dua lokasi itu dipilih karena lebih dekat dengan equator, yaitu Biak -2 derajat Lintang Selatan dan Morotai +2 derajat Lintang Utara. 

Lebih lanjut, Jamaluddin mengatakan bahwa kedua tempat itu juga sama-sama menghadap ke Lautan Pasifik karena memang peluncuran roket diarahkan ke laut lepas. Pembangunan Bandara Antariksa yang ditargetkan pada tahun 2040 itu akan bekerjasama dengan negara yang sudah menguasai teknokogi keantariksaan.

“Dan Bandara Antariksa ini juga bisa dipakai negara mitra internasional. Ini bagian dari komersialisasi,” ujar Jamaluddin di Hotel Sahid Jaya Solo, Selasa (9/8).


Sumber: krjogja.com dan vivanews.co.id
Read More

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video


Russian Top Gear


USMC Test Machine Gun Robots


Dutch Navy – 18 rockets into the sky from frigate Zr. Ms. De Ruyter


Boomerang BTR 8X8 Infantry Fighting Vehicle Simulation 


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Helikopter Serang Ka-52 Katran Milik Angkatan Laut Rusia Akan Dilengkapi Dengan Radar AESA

Helikopter Serang Ka-52 Katran Milik Angkatan Laut Rusia Akan Dilengkapi Dengan Radar AESA


Helikopter serang Angkatan Laut Rusia Kamov Ka-52 Katran akan dilengkapi dengan radar active electronically scanned array (AESA) buatan Kret. Radar AESA helikopter Ka-52K mampu mendeteksi sasaran permukaan seperti kapal perang besar yang berjarak hingga 180 km. 

Radar juga mampu mendeteksi target udara yang terbang rendah seperti rudal jelajah dan drone. Keselamatan penerbangan helikopter juga semakin meningkat dengan indicator ground moving target and tracking mode, yang sangat membantu pilot saat menghadapi kondisi pandangan terbatas akibat kabut, debu dan malam hari.

Radar juga mampu mendeteksi rintangan saat helikopter terbang rendah seperti menara transmisi dan tiang listrik.

Helikopter Ka-52K dirancang untuk menenggelamkan kapal amfibi musuh dan armada pendarat musuh dengan persenjataannya seperti rudal jelajah supersonik Kh-31AD. Kapal induk Project 11.435 Admiral Kuznetsov juga akan dilengkapi dengan helikopter Ka-52K Katran.


Read More

Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Laksanakan Latihan SAR Kapal Selam

Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Laksanakan Latihan SAR Kapal Selam


Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar latihan Search And Rescue (SAR) di Puslat Kaprang Koarmatim Surabaya, pada tanggal 9-14 Agustus 2016.

Latihan tersebut dilakukan guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan prajurit tentang alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Terlebih, Indonesia telah membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan yang rencananya akan datang pada tahun 2017.

Peserta yang terlibat dalam latihan SAR itu berjumlah 227 personel dan berasal dari Koarmatim, Koarmabar, Dishidros, Diskesal (RSAL, dr. Ramelan Surabaya), Puspenerbal, Lantamal V dan Basarnas (sebagai observer).

Materi latihan yang diberikan meliputi pengetahuan tentang SAR kapal selam, Tactical Floor Game (TFG), dan praktek lapangan di kolam basin Koarmatim.
Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Laksanakan Latihan SAR Kapal Selam
Koarmatim menggelar latihan SAR kapal selam TA 2016. (koarmatim.tnial.mil.id)

Dansatselarmatim Kolonel Laut (P) Indra Agus Wijaya mengatakan bahwa melalui berbagai materi latihan itu, diharapkan para peserta dapat memberikan penyelamatan bagi para awak kapal selam saat mengalami kecelakaan di bawah laut. 

“Harus serius, karena prinsip dasarnya adalah mewujudkan zero accident,” ujar Dansatselarmatim. Upacara pembukaan latihan ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan dari masing-masing perwakilan.


Sumber: koarmatim.tnial.mil.id dan surabaya.tribunnews.com
Read More

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia


Pada kompetisi Internasional Aviadarts 2016, yang terdiri dari dua puluh tiga kategori International Army Games 2016, dan berlangsung di Moskow dari tanggal l – 12 Agustus 2016. Angkatan Udara Cina memenangkan juara kedua di kategori bomber.

Bersama pesawat tempur dan pembom canggih terkenal dari Rusia seperti Su-35, Su-34 dan Su-27. Pembom tempur JH-7 ‘Flying Leopard’ Angkatan Udara China bersaing dikategori ketepatan pemboman ke sasaran simulasi di darat.

Semua tim pesawat tempur dan pembom diharuskan untuk melakukan serangan pemboman terhadap target darat pada waktu dan wilayah udara tertentu, nilai ranking ditentukan dari ketepatan akurasi serangan.

Pembom-tempur JH-7 China melepaskan empat roket udara-ke-darat dan satu bom seberat 250 kg pada sasaran yang sudah ditentukan. Kemudian JH-7 memasuki wilayah udara lain yang sudah ditetapkan dan menembakkankan lagi empat roket ke sasaran simulasi. 

Bom yang dijatuhkan oleh JH-7 akurat mengenai sasaran. Tim Cina adalah satu-satunya tim yang menggunakan roket untuk menyerang semua target simulasi di antara semua tim yang turut berpartisipasi.

Angkatan Udara PLA China meraih skor penuh pada tahap kedua dari kompetisi “Aviadarts 2016” dan dari total skor keseluruhan Cina akhirnya menduduki peringkat kedua kategori tim Bomber tahun ini, sedangkat peringkat pertama dipegang oleh pembom tempur Su-34.


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35


Pesawat tempur Rusia seperti Su-27, Su-30SM dan Su-35 memiliki jangkauan tempur lebih dari 3000 km, dengan tambahan tanki bahan bakar ekstrenal jangkauan tersebut bisa meningkat lebih jauh lagi, dengan durasi penerbangan bisa 8 sampai 10 jam.

Bayangkan kenyamanan pilot dengan penerbangan selama itu tanpa dilengkapi perangkat untuk buang air kecil. Pada masa lalu para pilot pesawat tempur Rusia menggunakan perangkat penadah urine yang disebut ” “piddle packs”, perangkat tersebut mengharuskan pilot untuk membuka pakaian dan mengatur dahulu kursi ejeksi yang bisa mengalihkan perhatian pilot saat menangani pesawat tempurnya.

Sebuah prosedur rumit yang bisa sangat berbahaya jika sabuk dan tali peralatan tersebut tersangkut pada tongkat kendali pesawat, seperti yang pernah terjadi setidaknya dua kali di masa lalu yang menyebabkan jatuhnya dua pesawat tempur.

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Generasi terbaru ” “piddle packs” berbentuk pakaian pilot yang sudah dilengkapi mangkuk karet dan selang untuk buang air kecil sehingga pilot tidak perlu membuka seragamnya . Sebuah sistem yang sangat berguna karena perangkat tersebut juga dirancang untuk menghindarkan pilot bersentuhan dangan cairan, yang sangat penting bagi pilot yang terbang diketinggian ekstrim dengan cuaca dingin.
Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35
Piddle pack pilot pesawat tempur Su-30 Angkatan Udara Vietnam

Dari informasi yang beredar, para pilot pesawat tempur Inggris dulunya juga menggunakan perangkat yang hampir serupa, namun dengan kantung khusus yang akan merubah cairan air seni menjadi sejenis gel yang tidak berbau, sementara para pilot USA menggunakan sejenis pampers khusus.

Read More

TNI Angkatan Darat Siagakan Dua Batalion Khusus Guna Bebaskan 10 WNI

TNI Angkatan Darat Siagakan Dua Batalion Khusus Guna Bebaskan 10 WNI


Hingga saat ini, kelompok Abu Sayyaf masih menyandera sepuluh orang warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Filipina. TNI belum bisa bergerak untuk melakukan pembebasan karena terhalang oleh konstitusi Filipina.

Namun, TNI Angkatan Darat telah menyiapkan dua batalion khusus yang dapat segera bergerak jika sewaktu-waktu Panglima TNI memerintahkan operasi militer guna membebaskan sepuluh WNI tersebut. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono, mengatakan bahwa pasukan itu terus berlatih dan selalu siap diberangkatkan. 
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono. (Kristian Erdianto)

“Saya sudah melatih, saya sudah menyiapkan calon. Nah tinggal tunggu perintah Panglima TNI, kalau disuruh diberangkatkan saya siap berangkatkan. Ya operasinya sampai Oktober akhir, dan saya sudah siapkan dua batalion,” ujar Jenderal Mulyono di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/8). 

Jenderal Mulyono menjelaskan bahwa TNI Angkatan Darat telah menyiagakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), dan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang selalu siap setiap saat.


Sumber: detik.com, kompas.com, dan suara pembaruan
Read More

HOT NEWS

Perang Urat Syaraf Ahok, Risma Mulai Bergemuruh