Friday, August 12, 2016

Meski Memiliki Kemampuan Siluman, F-35 Bisa Dilacak dari Jejak Panasnya

Meski Memiliki Kemampuan Siluman, F-35 Bisa Dilacak dari Jejak Panasnya


Dipuji karena memiliki kemampuan siluman dan menghilang dari radar, F-35 ternyata bisa dilacak dengan perangkat penjejak infra merah.

Jejak panas yang dilepaskan oleh mesin pesawat dan perangkat kelistrikan lainnya seperti radar bisa menjadi kelemahan utama pada pesawat tempur siluman F-35.

Pesawat tempur yang dilengkapi dengan perangkat sensor Infra-Red Scan And Track (IRST) seperti yang dimiliki pesawat tempur buatan Eropa dan Rusia, dapat dengan mudah mendeteksi F-35 bahkan diluar jangkauan visual.

Sebuah video yang dirilis oleh FLIR Systems yang mengkhususkan diri dalam pembuatan sensor infra-merah menunjukkan detil yang dihasilkan jejak panas F-35 secara jelas. Sensor yang digunakan adalah FLIR Star SAFIRE 380-HD dan pelacakan jejak panas tersebut dilakukan pada berbagai kisaran jarak.

AS dan negara-negara sekutu lainnya telah menggelontorkan dana miliaran dolar untuk membeli F-35 yang memiliki kelebihan utama pada kemampuan silumannya, namun dengan kelemahan pada jejak thermalnya hal itu seperti menjadi sia-sia.


Read More

TNI Angkatan Darat Rancang Senapan Khusus Latihan Dopper Bagi Calon Prajurit Batalyon Raider

TNI Angkatan Darat Rancang Senapan Khusus Latihan Dopper Bagi Calon Prajurit Batalyon Raider


TNI mempunyai cara khusus untuk membentuk anggotanya agar menjadi prajurit yang tangguh. Seperti di TNI Angkatan Darat, sesi tembakkan dopper harus dilalui oleh setiap calon prajurit Batalyon Raider. Dalam latihan ini, peserta latihan wajib merayap di lahan berlumpur dengan satu atau lebih pelatih menembaki kiri dan kanan mereka dengan peluru tajam.

Perwira Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat, Kapten Inf Ony Mulyanto, mengatakan bahwa pihaknya berupaya menciptakan senjata khusus untuk latihan dopper. Hasilnya, sebuah senapan serbu yang mirip dengan SS 2 buatan PT Pindad, dengan laras yang tampak lebih panjang dan besar, serta memiliki berat mencapai 4,6 kilogram. Senapan yang masih dalam tahap eksperimen ini menggunakan peluru kaliber 7.62 mm dengan proyektil berlapis metal, namun berujung tumpul mirip peluru polisi.
TNI Angkatan Darat Rancang Senapan Khusus Latihan Dopper Bagi Calon Prajurit Batalyon Raider
Kapten Inf Ony Mulyanto dengan senapan khusus dopper. (timlo.net/Ari Kristyono)

“Bobotnya lebih besar, tidak masalah karena toh ini tidak akan dibawa lari-lari, penembak pasti menggunakan sandaran. Tapi ada empat karakter yang wajib dimiliki, yakni suaranya harus keras untuk mengusik moril, akurasi tembakan, endurance harus tahan digunakan berjam-jam, serta peluru dibikin tumpul supaya kalau kena lumpur muncratnya tinggi tapi aman tidak mudah memantul,” ujar Kapten Inf Ony di Pameran Teknologi di Solo, Kamis (12/8).

Kapten Inf Ony mengatakan bahwa senapan khusus dopper ini telah selesai menjalani seluruh tahap uji. Akan tetapi, dirinya mengaku tidak tahu apakah senapan ini akan diproduksi massal.


Sumber: timlo.net
Read More

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun


Korps Marinir TNI Angkatan Laut melakukan uji fungsi meriam Artileri Pertahanan Udara tipe Twin 35mm Towed AA Gun di pantai Batu Bintang, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (12/8). Uji fungsi ini dilakukan guna mengetahui kemampuan tembak meriam yang rencananya akan memperkuat persentajaan Korps Marinir menjadi lebih modern, khususnya Batalyon Artileri Pertahanan Udara-2 Marinir.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Dalam uji coba yang dipimpin oleh Komandan Resimen Artileri-2 Marinir Kolonel Marinir Aris Setiawan ini, sebanyak 4 pucuk Meriam Twin 35mm Towed AA Gun, 4 unit Power Suply Unit (PSU), 1 unit radar AF 902 FCS dan Ranrik Radar berkolaborasi menembak jatuh pesawat tanpa awak (drone) yang sengaja diterbangkan sebagai sasaran tembak.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Meriam Twin 35mm Towed AA Gun merupakan meriam generasi baru yang dirancang sesuai dengan kemajuan teknologi dan perkembangan kemampuan serangan udara dan mampu menembak rudal, peluru balistik serta pesawat tanpa awak.

Korps Marinir TNI Angkatan Laut Lakukan Uji Fungsi Meriam Norinco Twin 35mm Towed AA Gun

Meriam produk PT. Norinco China ini berkaliber 35mm, memiliki dua laras, kecepatan menembak 1100 butir permenit, jarak tembak efektif 4000 m, ketinggian efektif penembakan 3000 m dengan kecepatan reaksi rata-rata 6,5 detik dan dikendalikan secara otomatis dari ruang radar AFF 902 FCS dengan menembak secara bersamaan atau juga bisa dikendalikan secara manual oleh tiga awak perpucuknya jika sistem otomatis tersebut mengalami kendala.


Sumber: marinir.tnial.mil.id
Read More

Cekoslowakia Group Kirim Dua Baterai Peluncur Roket RM-70 Vampir ke Indonesia Senilai Rp 537 Miliar

Cekoslowakia Group Kirim Dua Baterai Peluncur Roket RM-70 Vampir ke Indonesia Senilai Rp 537 Miliar


Pada tanggal 10 Agustus kemarin, Cekoslowakia Group yang merupakan perusahaan produsen pertahanan terbesar di Republik Ceko dan Slovakia mengumumkan bahwa mereka telah mengekspor dua baterai peluncur roket RM-70 Vampir ke Indonesia senilai lebih dari 4,1 juta dolar AS atau sekitar Rp 537 miliar.

“Kami telah mengekspor sistem peluncur roket yang diproduksi dengan kerjasama dari perusahaan Ceko dan Slovakia. Pelanggannya adalah Kementerian Pertahanan Indonesia dan pengguna akhir adalah Angkatan Bersenjata Indonesia,” ujar juru bicara Cekoslowakia Grup, Andrej Cirtek wartawan. Akan tetapi, Cirtek tidak secara resmi menyebut jumlah nilai kontrak tersebut.

Pengiriman ekspor itu mencakup delapan RM-70 Vampir multiple rocket launchers yang dipasang pada improved Tatra Defence model T815-7 8×8 armoured chassis, dua Pertahanan T815 Tatra 8×8 operator amunisi lapis baja, satu Tatra Pertahanan T815 AV-15 kendaraan recovery berat, dan satu fire control unit.


Sumber: IHS Janes
Read More

Inggris Akan Buat Drone Capung dengan Menghabiskan Biaya Satu Miliar Dolar

Inggris Akan Buat Drone Capung dengan Menghabiskan Biaya Satu Miliar Dolar


MOSKOW – Kerajaan Inggris berencana untuk menghabiskan lebih dari 800 juta poundsterling (hampir 1 miliar dolar) pada pengembangan teknologi militer canggih, termasuk “drone capung” dan senjata laser, media lokal melaporkan pada hari Jumat (12/08/2016).

Menurut The Telegraph, Sekretaris Pertahanan Inggris Michael Fallon membuat pengumuman suatu hari sebuat unit akan mendukung teknologi mutakhir dan memotivasi perusahaan, maupun individu untuk mengemukakan ide-ide baru kepada panel ahli. Proyek terbaik akan di danai oleh pemerintah dengan lebih dari 800 juta poundsterling selama 10 tahun.

Di antara proyek yang akan didanai oleh unit tersebut adalah drone capung, yang dirancang oleh perusahaan Animal Dynamics di Oxford. Beratnya kurang dari dua koin poundsterling dan mampu mengepakkan sayap kecil, outlet media menambahkan. 

Memiliki panjang kurang dari lima inci, ia mampu terbang dengan kecepatan hingga 45 mph (72 kilometer per jam). Drone tersebut akan memiliki kamera dan mikrofon, yang akan memungkinkan untuk mengumpulkan data intelijen. Drone capung diharapkan akan memiliki “dampak besar” pada operasi perkotaan.


Sumber: Sputniknews
Read More

KSAL Tekankan Dinas Hidrografi-Oseanografi Tingkatkan Kontribusinya Bangun Sektor Kemaritiman

KSAL Tekankan Dinas Hidrografi-Oseanografi Tingkatkan Kontribusinya Bangun Sektor Kemaritiman


Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Ade Supandi, mengatakan bahwa Dinas Hidrografi-Oseanografi TNI Angkatan Laut harus terus meningkatkan kontribusinya guna membangun sektor kemaritiman Indonesia.

Laksamana Ade menjelaskan bahwa Dinas Hidrografi-Oseanografi TNI Angkatan Laut menyediakan data dan informasi untuk pertahanan dan pelayaran nasional. Menurutnya, informasi yang paling mudah dilihat adalah penyediaan peta dan data sahih perairan nasional untuk kepentingan pelayaran, serta data sahih pasang-surut pantai dan perairan pesisir.

Pada tataran lebih tinggi, Dinas Hidrografi-Oseanografi TNI Angkatan Laut bersifat strategis dari sisi pertahanan dan keamanan negara karena produknya menjadi acuan strategi dalam pengamanan wilayah laut nasional.
KSAL Tekankan Dinas Hidrografi-Oseanografi Tingkatkan Kontribusinya Bangun Sektor Kemaritiman
Kapal Hidro Oseanografi buatan Prancis milik TNI Angkatan Laut yang diberi nama KRI Rigel-933 tiba di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). (SP/Carlos Roy Fajarta Barus)

“Pembangunan fasilitas fisik dan keselamatan pelayaran dari aspek navigasi sangat bergantung pada data hidrografi. Survei mendukung pembangunan pelabuhan, serta penyiapan peta-peta laut baik dalam bentuk kertas maupun elektronik merupakan kegiatan yang kompleks dan hanya dapat dilaksanakan oleh personel hidrografi yang profesional,” ujar KSAL saat memberikan amanat dalam seminar nasional Hari Hidrografi Dunia 2016 di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Jumat (12/8).

Laksamana Ade menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki garis pantai panjang, yaitu lebih dari 80.000 kilometer. Oleh karena itu, menurutnya, hidrografi berarti penting bagi aktivitas ekonomi maritim Indonesia.

TNI Angkatan Laut telah memiliki dua kapal hidrografi-oseanografi yang terbilang paling canggih se-Asia, yaitu KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934. Kedua kapal hidrografi-oseanografi militer itu dioperasikan dan dirawat oleh Dinas Hidrografi-Oseanografi TNI Angkatan Laut.


Sumber: antaranews.com
Read More

Rusia Upgrade Sistem Pelacak Otomatis Okhotnik Pada Pesawat Perang Siluman T-50 PAKFA

Rusia Upgrade Sistem Pelacak Otomatis Okhotnik Pada Pesawat Perang Siluman T-50 PAKFA


Produsen perangkat elektronik militer Kret meng upgrade sistem Okhotnik (Hunter) yang akan dilengkapkan ke pesawat tempur tercanggih Rusia, T-50 Pakfa. Upgrade baru akan meningkatkan jangkauan deteksi target PAK FA hingga 50-100% dalam kondisi pandangan visual terbatas.

Sistem Okhotnik memberikan stabilisasi gambar digital, kemampuan deteksi dan pelacakan otomatis. Sistem ini meliputi sensor TV dan sensor pencitraan thermal, display, remote kontrol dan perangkat targeting laser.

Kret, anak perusahaan dari perusahaan milik negara Rostec, juga menawarkan lebih dari selusin versi yang berbeda dari Okhotnik untuk pesawat tempur Sukhoi , helikopter serang, sistem persenjataan Angkatan Laut, sistem senjata anti-tank dan unit pertahanan udara.

Pesawat tempur siluman Sukhoi PAK FA adalah pesawat tempur siluman berkursi tunggal, bermesin ganda yang dirancang oleh Biro Desain Sukhoi dan diproduksi oleh Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO).

Rusia saat ini sudah membangun sebanyak enam prototype T-50 . Diharapkan T-50 PAKFA sudah bisa memperkuat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia pada tahun 2018. T-50 nantinya akan menggantikan pesawat tempur lawas MiG-29 dan Sukhoi Su-27 Rusia.

Menurut Analis Pertahanan National dari Interest – Robert Farley, PAKFA memiliki kemampuan yang sangat mirip dengan F-22 Raptor, meski masihmemiliki kekurangan pada kemampuan siluman dan network capabilitie, tapi PAKFA masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan.


Sumber : Sputnik
Read More

Perang Urat Syaraf Ahok, Risma Mulai Bergemuruh

Perang Urat Syaraf Ahok, Risma Mulai Bergemuruh


Jakarta – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mendapat reaksi keras dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karena Ahok menyamakan Kota Surabaya dengan Kota Jakarta Selatan. Ahok menyatakan, sebenarnya dirinya tak pernah mengritik Risma.

“Kamu lihat, pernah enggak saya mengkritik Ibu Risma? Saya ngomong di forum resmi, ini (Risma) salah satu kepala daerah yang baik,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Ahok menyatakan ia ingin agar banyak kepala daerah berprestasi yang maju ke Pilgub DKI 2017, supaya warga Jakarta banyak pilihan kandidat yang sudah teruji. Tak ada niat darinya untuk meremehkan Risma dan Surabaya.

Perbandingan Surabaya dan Jakarta Selatan itu dilontarkan Ahok saat menanggapi perihal komparasi kondisi trotoar di Surabaya dengan di Jakarta. Ahok menyatakan selalu belajar dari kepemimpinan Risma, termasuk dia juga mau belajar soal penataan trotoar.

Ahok melanjutkan, kritikan dari Risma diterimanya dengan pikiran terbuka. Dia mengemukakan beberapa contoh. Pertama, soal penertiban kawasan prostitusi Kalijodo Jakarta yang dilakukan Ahok. “Sekarang kamu lihat, waktu saya hancurin Kalijodo, Ibu Risma kan kritik saya habis. 

Kamu baca berita semua. Ada enggak orang Jakarta atau saya marah? Enggak. Saya cuma anggap kalau dikritik ya saya belajar,” kata Ahok. Perbandingan dengan penertiban Kalijodo dengan penertiban lokalisasi Dolly Surabaya, pernah mengemuka. 

Namun Ahok menyimpulkan kondisi kedua tempat itu berbeda. Kalijodo ditertibkan karena berada di atas jalur hijau. Ahok melanjutkan contoh lain lagi. “Kamu tahu enggak, misalnya di semua forum-forum resmi, beliau juga bilang Jakarta kayak enggak ada pemerintah nih, jelek begitu, trotoarnya jelek. 

Saya malahan apa tahu enggak? Saya instruksikan orang-orang saya, ‘Eh, kamu belajar dong ke Surabaya,” tutur Ahok. Kemudian soal e-Budgeting. Ahok mengakui Surabaya punya sistem e-Budgeting yang baik sejak era Wali Kota Bambang Dwi Hartono. 

Ahok kemudian meminta bantuan konsultan e-Budgeting dari Pemerintah Kota Surabaya, Gagat Wahono, ke Jakarta. Begitu pula soal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ahok menyuruh anak buahnya untuk belajar soal PTSP ke Surabaya.

“Waktu itu Bu Risma cerita kalau dia bisa kasih peringatan bunyi di handphone-nya. Ya kalau saya enggak mungkin bunyi ke saya dong. Saya langsung panggil PTSP, ‘Eh, Surabaya banyak sekali loh izin online. Masa punya kamu enggak belajar? Lu ke sana ke Surabaya.’,” kata Ahok.

Selain soal penertiban Kalijodo, pemerintahan daerah, e-Budgeting, dan PTSP, Ahok juga memerintahkan jajarannya untuk belajar soal pembayaran sistem paket untuk rumah sakit, disebut sistem INA CBG’s (Indonesia Case Base Group’s). Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan disuruh belajar ke Surabaya.
“Jadi saya justru mengikuti apa yang Surabaya lakukan,” kata Ahok.

Warga Surabaya Demo Desak Ahok Meminta Maaf

Meski sudah diminta langsung oleh Walikota Tri Rismaharini agar tidak terpancing emosi terkait penyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap merendahkan harga diri warga Surabaya.

Tidak menyurutkan puluhan warga Surabaya yang tergabung dalam Paguyuban Arek Surabaya (PAS) mendesak Ahok sapaan akrab Gubernur DKI meminta maaf secara terbuka pada warga Surabaya melalui media.

Mereka melakukan aksi di depan Balai Kota Surabaya. Selain membawa poster, PAS juga melakukan orasi, Jumat (12/8/2016).

“Ahok, jangan kau hina ibu kami. Kalau iri dengan pembangunan Surabaya jangan menyerang seperti ini,” kata Kusnan, korlap aksi saat orasi. Pihaknya juga mendesak Ahok meminta maaf secara terbuka pada warga Surabaya.


Sumber : Detik.com
Read More

Juku, Kapal Selam Nirawak Indonesia Karya Anak Bangsa

Juku, Kapal Selam Nirawak Indonesia Karya Anak Bangsa


Surakarta – Salah satu yang menjadi unggulan dalam perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-21 di Stadion Manahan Surakarta, (10/8/2016), adalah kapal selam nirawak hasil kerja sama antara PT Hidrolab Naval Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Acara yang yang dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir serta Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko ini, menampilkan hasil riset serta inovasi karya peneliti Indonesia dari berbagai instansi.

Ada tiga jenis kapal selam nirawak yang dihasilkan dari kerja sama tersebut, namun yang dipamerkan hanya kapal nirawak bernama Yellow Juku. Petugas Sistem Kontrol Juku PT Hidrolab Naval Indonesia Priyo Sasoko mengatakan, nama ‘Juku’ diambil dari bahasa Makassar yang berarti ikan. Dinamakan seperti itu karena alat ini dirancang untuk memperoleh data-data yang ada di dalam laut.

“Sea glider ini dirancang untuk memperoleh data-data apa pun yang ada di dalam laut, bisa data tentang populasi ikan di suatu perairan untuk mengetahui jika ada illegal fishing, dan lain-lain,” ujar Priyo.
Kapal selam ini bisa menyelam hingga kedalaman maksimal satu kilometer di bawah laut.

“Prinsipnya, Yellow Juku ini mengambil air, sehingga bisa menyelam. Yellow Juku mengeluarkan kembali air tersebut, sehingga bisa kembali ke permukaan. Selama berjalan, Yellow Juku, selalu memasukkan dan mengeluarkan air, sehingga pergerakannya seperti glider (peluncur) yang turun naik ke permukaan laut,” ujar Priyo.

Yellow Juku dilengkapi dengan baterai yang mampu bertahan hingga satu tahun di bawah permukaan laut. Kapal ini dilengkapi artificial inteligent atau kecerdasan buatan yang membuat Yellow Juku mampu bermanuver ke laut lepas untuk melakukan pengawasan di permukaan laut.

Kapal selam ini juga dilengkapi dengan berbagai sensor yang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika penggunanya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sensor yang dihadirkan untuk membaca kandungan plankton. 

“Kalau banyak plankton, artinya laut tersebut banyak ikannya,” ujar Priyo. Yellow Juku juga dibekali sensor kecerdasan buatan untuk mengenali suhu, kadar garam, dan parameter lainnya yang ada di dalam lautan, yang selama ini belum bisa dijangkau. 

“Jika Juku memiliki informasi atau data tentang kondisi laut di suatu lokasi, Juku bisa mengirimkannya ke satelit dan mengirim data itu kepada pengontrol,” ujar Priyo. Pproses pengiriman data ke satelit hanya bisa dilakukan, jika Juku sedang muncul ke permukaan, bukan saat di bawah permukaan laut.

Sayangnya, hingga kini belum ada pihak swasta maupun institusi negara yang menggunakan Juku untuk mempermudah pekerjaannya. Padahal, institusi seperti KKP bisa memanfaatkan Juku untuk mengetahui potensi perikanan di suatu wilayah laut.

Dengan mengetahui data potensi perikanan, nelayan pun dapat terbantu dalam mengumpulkan ikan. Selain itu, KKP juga akan mempunyai data demografis nelayan, sehingga, Juku akan memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

Untuk Kementerian Pertahanan, Juku mampu mendeteksi kondisi bawah laut Indonesia. Juku akan diluncurkan akhir tahun 2016. Bahkan, perusahaan berencana mengujicoba 10 unit Juku di perairan Indonesia.


Sumber : Liputan6.com
Read More

Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed

Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed


Pussenarmed sedang menjajaki kendaraan pendukung bagi Batalyon Caesar yang merupakan howitzer 155m swagerak buatan Nexter Prancis. Untuk itu pada 8 Agustus 2016, dilaksanakan presentasi Alutsista dari PT. Pindad tentang Kendaran Pendukung untuk Batalyon Caesar di Mapussenarmed yang dihadiri Danpussenarmed Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Yudi Satriyono, S.H
Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed
Pindad paparkan kendaraan pendukung Batalyon Caesar ke satuan Armed TNI AD (pussenarmed)

Acara presentasi Pindad ini juga dihadiri Wadanpussenarmed Kodilat TNI AD, Paban IV/Bindok Sopsad beserta staf, Danpusdikarmed Pussenarmed, Sekretaris Pussenarmed, Para Pamen Ahli Pussenarmed, Para Dirbin Pussenarmed, Kadepsista Pusdikarmed, Kabaglat Sdirbindiklat Pussenarmed, Kabag Binsat Sdirbinsen Pussenarmed dan Perwakilan dari PT. Pindad.
Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed
Komodo

Dalam ujicoba meriam Caesar 155 mm beberapa waktu lalu, sejumlah kendaraan taktis Komodo produksi PT Pindad, ikut dalam event ujicoba itu. Rantis Komodo Pindad bisa dipakai untuk angkut pasukan, kendaraan tempur infanteri (IFV), pertahanan udara jarak pendek dan kargo. Untuk urusan komunikasi rantis Komodo, ditangtani oleh PT LEN Indonesia.
Pussenarmed Sedang Jajaki Kendaraan Pendukung Bagi Batalyon Caesar Armed
Panser Anoa

PT Pindad juga memiliki panser Anoa dengan berbagai varian yang bisa ditawarkan untuk pendukung batalyon Caesar Armed.


Read More

Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia

Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia


Bagi pemerhati alutsista, nama Iver Huitfeldt Class dari Denmark mungkin sudah tak asing didengar, inilah peringkat keempat frigat paling mematikan versi defencyclopedia yang ditawarkan untuk TNI AL. Selain kapabilitas tempurnya yang tinggi, frigat dengan desain modular ini bakal menjadikan TNI AL sebagai pengguna kapal perang tercanggih di kawasan Asia Tenggara. 

Dan menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, frigat berbobot 6.649 ton ini ditawarkan dengan fleksibilitas dan kustomisasi, bahkan Denmark menawarkan pembangunan kapal light destroyer ini di Indonesia. Dalam pertemuan penulis bersama Casper Klynge, Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, disebutkan bahwa Denmark sangat serius untuk menawarkan frigat ini ke Indonesia. 

“Kami menawarkan frigat Iver Huitfeldt Class dalam fleksibilitas terkait perlengkapan senjata dan sensor yang dibutuhkan Indonesia. Kami juga menawarkan untuk pembangunan kapal perang ini di fasilitas galangan Indonesia, dan ini akan menjadi peluang positif bagi industri di dalam negeri, dan tentunya skema ToT (Transfer of Technology),” ujar Casper Klynge kepada Indomiliter.com.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Indomiliter bersama Duta Besar Denmark, Casper Klynge (kedua dari kiri).

Seperti dipaparkan dalam tulisan sebelumnya, frigat Iver Huitfeldt Class ditawarkan untuk menggantikan posisi frigat Van Speijk Class yang secara bertahap akan dipensiunkan mulai tahun 2017. Terkait dengan tawaran tersebut, bahkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah sempat melihat langsung sosok Iver Huitfeldt Class di Denmark pada bulan Maret silam. 

Meski nama Denmark masih terbilang pemain baru dalam jagad alutsista TNI, namun Denmark telah berhasil memasok perangkat radar Weibel untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) dan radar Terma SCANTER di frigat Fatahillah Class.

Lebih teknis pada solusi yang ditawarkan, Odense Maritime Technology selaku principal Iver Huitfeldt Class memberikan beberapa opsi bila nantinya frigat ini diakuisisi oleh TNI AL. Yang pertama adalah solusi ‘plug and play,’ dimana persenjataan dan sensor dibangun melalu modul-modul. Tentunya muatan disini dapat disesuaikan dengan keperluan misi.

Masa pakai yang berbeda dari komponen-komponen dapat diatasi secara individual sistem per sistem. Pola ini dipercaya dapat menghilangkan periode “off hire” yang panjang, dan secara praktis mampu meningkatkan usia pemakaian kapal. Dalam hal perawatan, muatan dan platform dapat dirawat secara independen, ini bisa memperdendek periode proses perawatan dan memperpanjang jam operasional.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Iver Huitfeldt Class

Opsi kedua terkait ToT, Odense Maritime Technology selaku perancang menawarkan kerjasama yang erat dengan pihak galangan kapal dan TNI AL sebagai user. Dimana semua pihak bekerja dengan mengacu pada database yang sama, sehingga memaksimalkan proses ToT dari mulai tahap perancangan hingga tahap perakitan kapal di Indonesia.

Kemudian yang terakhir adalah muatan konten lokal, dimana sebagian pembangunan dan perakitan dapat dilakukan oleh galangan kapal Indonesia. Odense Maritime Technology menawarkan keterlibatan perancang kapal lokal dalam tahap rancangan dan rekayasa, serta principal akan membantu galangan kapal lokal selama fase konstruksi di Indonesia.

Secara umum, Iver Huitfeldt Class memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Frigat ini disokong empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 yang masing-masing berkekuatan 8,2 MW, sehinga dapat melaju hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots atau 33 km per jam.
Denmark Tawarkan Pembuatan dan Transfer of Tekchnology Frigat Iver Huitfeldt Class di Indonesia
Iver Huitfeldt Class

Untuk mendukung misi udara, frigat ini juga dilengkapi dengan dek dan hanggar helikopter ukuran medium, seperti helikopter AW101 atau helikopter dengan berat 20 ton. Sebagai perbandingan dek dan hanggar pada Martadinata Class dirancang untuk helikopter berbobot maksimum 10 ton. Dibangun dengan standar tertinggi NATO, Iver Huitfeldt Class telah dioperasikan Denmark dalam misi anti bajak laut di Teluk Aden dan Samudera Hindia.


 Sumber : Indomiliter.com
Read More

KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan

KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan


KRI Sultan Hasanuddin-366 merupakan Korvet Class Sigma yang dibuat oleh Galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. KRI ini mulai bergabung dengan TNI Angkatan Laut sejak tahun 2007 dan memiliki kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
KRI Sultan Hasanuddin-366 Sedang Jalani Pemeliharaan
KRI Sultan Hasanuddin-366 jalani pemeliharaan. (defence.pk/pr1v4t33r)

Sumber: defence.pk
Read More

Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI

Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI


Pertempuran terjadi antara Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dengan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina, hari Selasa (9/8) lalu. Dalam kejadian itu, empat orang anggota kelompok Abu Sayyaf tewas.

Korban tewas itu adalah sub-pemimpin Abu Sayyaf, Jennor Lahab alias Jim Naga, beserta anaknya dan dua orang lain yang namanya belum diketahui.

Dalam pertempuran itu, MNLF menyita sejumlah senjata api termasuk dua senapan jenis M14, satu senapan M16 dan satu senapan jenis M4.
Pertempuran Antara MNLF dengan Kelompok Abu Sayyaf untuk Membebaskan WNI
Nur Misuari mengunjungi kamp MNLF di Indanan, Sulu. (Agence France-Presse)

Juru bicara Angkatan Bersenjata Komando Mindanao Barat Filipina, Mayor Felimon Tan, mengatakan bahwa MNLF berupaya untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Namun, Tan menegaskan bahwa aksi MNLF itu tidak disetujui oleh Angkatan Bersenjata Filipina. “Laporan intelijen menyebut ada upaya dari MNLF untuk membantu menghancurkan bandit Abu Sayyaf karena mereka memicu kekacauan di masyarakat. Siapa saja bisa membantu menegakkan keadilan bagi mereka yang menjadi korban,” ujar Tan.


Saat ini, pemimpin MNLF, Nur Misuari, berstatus sebagai buron atas tuduhan melakukan pengepungan di Kota Zamboanga pada tahun 2013. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan bertemu dengan Nur Misuari pada hari Jumat (12/8) ini.


Sumber: kompas.com, sindonews.com, dan detik.com
Read More

Wednesday, August 10, 2016

LAPAN Akan Bangun Bandara Antariksa, Biak dan Morotai Menjadi Calon Lokasi

LAPAN Akan Bangun Bandara Antariksa, Biak dan Morotai Menjadi Calon Lokasi


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan membangun Bandara Antariksa sebagai tempat peluncuran roket bermuatan satelit. Dua tempat yang menjadi calon lokasi Bandara Antariksa itu adalah Biak dan Morotai.

Kepala LAPAN, Thomas Jamaluddin, menjelaskan bahwa dua lokasi itu dipilih karena lebih dekat dengan equator, yaitu Biak -2 derajat Lintang Selatan dan Morotai +2 derajat Lintang Utara. 

Lebih lanjut, Jamaluddin mengatakan bahwa kedua tempat itu juga sama-sama menghadap ke Lautan Pasifik karena memang peluncuran roket diarahkan ke laut lepas. Pembangunan Bandara Antariksa yang ditargetkan pada tahun 2040 itu akan bekerjasama dengan negara yang sudah menguasai teknokogi keantariksaan.

“Dan Bandara Antariksa ini juga bisa dipakai negara mitra internasional. Ini bagian dari komersialisasi,” ujar Jamaluddin di Hotel Sahid Jaya Solo, Selasa (9/8).


Sumber: krjogja.com dan vivanews.co.id
Read More

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video

Info Alutsista Militer Dunia Dalam Video


Russian Top Gear


USMC Test Machine Gun Robots


Dutch Navy – 18 rockets into the sky from frigate Zr. Ms. De Ruyter


Boomerang BTR 8X8 Infantry Fighting Vehicle Simulation 


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Helikopter Serang Ka-52 Katran Milik Angkatan Laut Rusia Akan Dilengkapi Dengan Radar AESA

Helikopter Serang Ka-52 Katran Milik Angkatan Laut Rusia Akan Dilengkapi Dengan Radar AESA


Helikopter serang Angkatan Laut Rusia Kamov Ka-52 Katran akan dilengkapi dengan radar active electronically scanned array (AESA) buatan Kret. Radar AESA helikopter Ka-52K mampu mendeteksi sasaran permukaan seperti kapal perang besar yang berjarak hingga 180 km. 

Radar juga mampu mendeteksi target udara yang terbang rendah seperti rudal jelajah dan drone. Keselamatan penerbangan helikopter juga semakin meningkat dengan indicator ground moving target and tracking mode, yang sangat membantu pilot saat menghadapi kondisi pandangan terbatas akibat kabut, debu dan malam hari.

Radar juga mampu mendeteksi rintangan saat helikopter terbang rendah seperti menara transmisi dan tiang listrik.

Helikopter Ka-52K dirancang untuk menenggelamkan kapal amfibi musuh dan armada pendarat musuh dengan persenjataannya seperti rudal jelajah supersonik Kh-31AD. Kapal induk Project 11.435 Admiral Kuznetsov juga akan dilengkapi dengan helikopter Ka-52K Katran.


Read More

Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Laksanakan Latihan SAR Kapal Selam

Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Laksanakan Latihan SAR Kapal Selam


Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar latihan Search And Rescue (SAR) di Puslat Kaprang Koarmatim Surabaya, pada tanggal 9-14 Agustus 2016.

Latihan tersebut dilakukan guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan prajurit tentang alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Terlebih, Indonesia telah membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan yang rencananya akan datang pada tahun 2017.

Peserta yang terlibat dalam latihan SAR itu berjumlah 227 personel dan berasal dari Koarmatim, Koarmabar, Dishidros, Diskesal (RSAL, dr. Ramelan Surabaya), Puspenerbal, Lantamal V dan Basarnas (sebagai observer).

Materi latihan yang diberikan meliputi pengetahuan tentang SAR kapal selam, Tactical Floor Game (TFG), dan praktek lapangan di kolam basin Koarmatim.
Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Laksanakan Latihan SAR Kapal Selam
Koarmatim menggelar latihan SAR kapal selam TA 2016. (koarmatim.tnial.mil.id)

Dansatselarmatim Kolonel Laut (P) Indra Agus Wijaya mengatakan bahwa melalui berbagai materi latihan itu, diharapkan para peserta dapat memberikan penyelamatan bagi para awak kapal selam saat mengalami kecelakaan di bawah laut. 

“Harus serius, karena prinsip dasarnya adalah mewujudkan zero accident,” ujar Dansatselarmatim. Upacara pembukaan latihan ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan dari masing-masing perwakilan.


Sumber: koarmatim.tnial.mil.id dan surabaya.tribunnews.com
Read More

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia

Pada Kompetisi Internasional Aviadarts 2016 di Moskow, JH-7 China lebih Unggul dari Su-35 Rusia


Pada kompetisi Internasional Aviadarts 2016, yang terdiri dari dua puluh tiga kategori International Army Games 2016, dan berlangsung di Moskow dari tanggal l – 12 Agustus 2016. Angkatan Udara Cina memenangkan juara kedua di kategori bomber.

Bersama pesawat tempur dan pembom canggih terkenal dari Rusia seperti Su-35, Su-34 dan Su-27. Pembom tempur JH-7 ‘Flying Leopard’ Angkatan Udara China bersaing dikategori ketepatan pemboman ke sasaran simulasi di darat.

Semua tim pesawat tempur dan pembom diharuskan untuk melakukan serangan pemboman terhadap target darat pada waktu dan wilayah udara tertentu, nilai ranking ditentukan dari ketepatan akurasi serangan.

Pembom-tempur JH-7 China melepaskan empat roket udara-ke-darat dan satu bom seberat 250 kg pada sasaran yang sudah ditentukan. Kemudian JH-7 memasuki wilayah udara lain yang sudah ditetapkan dan menembakkankan lagi empat roket ke sasaran simulasi. 

Bom yang dijatuhkan oleh JH-7 akurat mengenai sasaran. Tim Cina adalah satu-satunya tim yang menggunakan roket untuk menyerang semua target simulasi di antara semua tim yang turut berpartisipasi.

Angkatan Udara PLA China meraih skor penuh pada tahap kedua dari kompetisi “Aviadarts 2016” dan dari total skor keseluruhan Cina akhirnya menduduki peringkat kedua kategori tim Bomber tahun ini, sedangkat peringkat pertama dipegang oleh pembom tempur Su-34.


Sumber : JakartaGreater.com
Read More

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35


Pesawat tempur Rusia seperti Su-27, Su-30SM dan Su-35 memiliki jangkauan tempur lebih dari 3000 km, dengan tambahan tanki bahan bakar ekstrenal jangkauan tersebut bisa meningkat lebih jauh lagi, dengan durasi penerbangan bisa 8 sampai 10 jam.

Bayangkan kenyamanan pilot dengan penerbangan selama itu tanpa dilengkapi perangkat untuk buang air kecil. Pada masa lalu para pilot pesawat tempur Rusia menggunakan perangkat penadah urine yang disebut ” “piddle packs”, perangkat tersebut mengharuskan pilot untuk membuka pakaian dan mengatur dahulu kursi ejeksi yang bisa mengalihkan perhatian pilot saat menangani pesawat tempurnya.

Sebuah prosedur rumit yang bisa sangat berbahaya jika sabuk dan tali peralatan tersebut tersangkut pada tongkat kendali pesawat, seperti yang pernah terjadi setidaknya dua kali di masa lalu yang menyebabkan jatuhnya dua pesawat tempur.

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35

Generasi terbaru ” “piddle packs” berbentuk pakaian pilot yang sudah dilengkapi mangkuk karet dan selang untuk buang air kecil sehingga pilot tidak perlu membuka seragamnya . Sebuah sistem yang sangat berguna karena perangkat tersebut juga dirancang untuk menghindarkan pilot bersentuhan dangan cairan, yang sangat penting bagi pilot yang terbang diketinggian ekstrim dengan cuaca dingin.
Harus Gunakan Peralatan Ini ! Jika Menerbangkan Su-35
Piddle pack pilot pesawat tempur Su-30 Angkatan Udara Vietnam

Dari informasi yang beredar, para pilot pesawat tempur Inggris dulunya juga menggunakan perangkat yang hampir serupa, namun dengan kantung khusus yang akan merubah cairan air seni menjadi sejenis gel yang tidak berbau, sementara para pilot USA menggunakan sejenis pampers khusus.

Read More

TNI Angkatan Darat Siagakan Dua Batalion Khusus Guna Bebaskan 10 WNI

TNI Angkatan Darat Siagakan Dua Batalion Khusus Guna Bebaskan 10 WNI


Hingga saat ini, kelompok Abu Sayyaf masih menyandera sepuluh orang warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Filipina. TNI belum bisa bergerak untuk melakukan pembebasan karena terhalang oleh konstitusi Filipina.

Namun, TNI Angkatan Darat telah menyiapkan dua batalion khusus yang dapat segera bergerak jika sewaktu-waktu Panglima TNI memerintahkan operasi militer guna membebaskan sepuluh WNI tersebut. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono, mengatakan bahwa pasukan itu terus berlatih dan selalu siap diberangkatkan. 
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono. (Kristian Erdianto)

“Saya sudah melatih, saya sudah menyiapkan calon. Nah tinggal tunggu perintah Panglima TNI, kalau disuruh diberangkatkan saya siap berangkatkan. Ya operasinya sampai Oktober akhir, dan saya sudah siapkan dua batalion,” ujar Jenderal Mulyono di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/8). 

Jenderal Mulyono menjelaskan bahwa TNI Angkatan Darat telah menyiagakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), dan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang selalu siap setiap saat.


Sumber: detik.com, kompas.com, dan suara pembaruan
Read More

HOT NEWS

Perang Urat Syaraf Ahok, Risma Mulai Bergemuruh